0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Piala Bung Karno Terancam Batal Digelar

dok.timlo.net/daryono
Penggagas Piala Bung Karno, FX Hadi Rudyatmo (dok.timlo.net/daryono)

Solo – Turnamen sepak bola Piala Bung Karno 2016 besar kemungkinan batal terwujud. Adanya rencana menggulirkan Indonesia Super Competition (ISC) oleh PT Gelora Trisula Semesta (GTS), bulan depan jadi alasan utama.

Awalnya, PBK digelar dengan mengusung konsep berbeda dari turnamen-turnamen sebelumnya. Roh era Perserikatan diusung dalam turnamen ini, dan tiap tim akan ditangani pelatih merangkap manajer putra daerah, tanpa melibatkan pemain asing.

Format turnamen, seluruh peserta akan dibagi dalam dua grup dengan sistem kompetisi penuh. Dua kota yang ditunjuk tuan rumah di putaran pertama dan kedua. Untuk hadiah, juara pertama mendapat Rp 2 Miliar, runner-up Rp 1,5 Miliar dan juara tiga bersama Rp 500 Juta.

Namun, indikasi batalnya turnamen yang sedianya diikuti tim perwakilan delapan Kota ini mencuat. Rangkaian turnamen yang sudah lebih dulu terjadwal memaksa ajang yang dioperatori PT Gilbol Indonesia ini mengalami beberapa kali penundaan.

Puncaknya adalah turnamen ISC seri A dan B yang tampaknya terwujud, membuat Piala Bung Karno sangat kecil kemungkinan untuk digelar.

“Bagi kami, ISC lebih penting karena menyangkut banyak tim dan pelaku sepak bola. Jadi Piala Bung Karno mengalah. Kami tak ingin benturan pelaksanaan sepak bola. Semua demi nasib para pelaku sepak bola kerena sudah hampir setahun kompetisi vakum,” beber penggagas sekaligus Ketua turnamen PBK, FX Hadi Rudyatmo, Jumat (18/3).

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge