0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Diduga Selewengkan Dana Desa dan Berbuat Asusila, Kades Dipolisikan

Tim Peduli Barukan melaporkan dugaan asusila dan korupsi kades mereka ke Mapolres Klaten (timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Kepala Desa (Kades) Barukan, Kecamatan Manisrenggo, Marsudi (30) dilaporkan ke Mapolres Klaten, Jumat (18/3). Marsudi dilaporkan oleh puluhan warga masyarakat desa setempat Tim Peduli Barukan.

“Kami melaporkan Kades Barukan Marsudi karena diindikasikan telah melakukan penyimpangan keuangan atau tindak pidana korupsi dari Dana Desa tahun 2015 dan tindakan asusila,” ujar Koordinator Tim Peduli Barukan, Suripno.

Juru bicara warga lainnya, Teguh Imam Maliki mengungkapkan, Marsudi diduga menyelewengkan Dana Desa tahun 2015 yang digunakan untuk 12 item kegiatan dengan nilai kerugian mencapai Rp 116 juta. Selain itu, dugaan penyimpangan kas desa Rp 17 juta, dan APBD Klaten Rp 63 juta.

Penyimpangan itu terbongkar dari laporan Bendahara Desa mengenai aliran dana yang tidak sesuai peruntukannya. Akibatnya, sebagian program kegiatan yang dianggarkan di 2015 belum terealisasi hingga saat ini.

“Contoh penyimpangannya, bendahara keluarkan Rp 10 juta untuk BUMDes, ternyata setelah dikroscek Ketua BUMDes tidak menerima dana yang seharusnya. Lalu, pembiayaan talud, yang mestinya Rp 6,3 juta ternyata pimpinan tidak tahu. Mestinya ketika dana sudah keluar itu tempo pengerjaan tiga bulan, tapi kalau lebih dari tiga bulan saya tidak tahu apakah itu masuk ranah korupsi. Bukti-bukti penyimpangan keuangan Marsudi sudah kami serahkan ke Polres dan Kejaksaan,” ungkap dia.

Selain itu, pihaknya juga melaporkan dugaan tindak asusila sang Kades kepada salah satu warga berinisial, EK. Dalam berkas laporan ke Polres, tindak asusila tersebut diawali dari proses ritual di suatu tempat yang keramatkan. Diduga tindakan amoral terjadi di bawah tekanan psikologis.

“Para perangkat desa, mulai RT, RW, Badan Pemusyawaratan Desa (BPD), dan tokoh-tokoh desa sepakat melaporkan kades ke pihak berwajib dan menuntut Pemkab Klaten agar mencopotnya. Rakyat sudah tidak menghendaki karena kadesnya tidak memberikan teladan yang baik,” imbuh Teguh.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge