0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Peserta Tak Bayar Iuran, BPJS Tombok Rp 40 M

dok.timlo.net/ist
Logo BPJS Kesehatan (dok.timlo.net/ist)

Boyolali — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Boyolali harus nombok Rp 40 Miliar, lantaran masih banyaknya peserta mandiri yang tidak membayar iuran. Peserta BPJS mandiri yang tidak membayar premi sekitar 40 persen.

“Bulan Februari kemarin belanja pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS sebesar Rp 58, 5 Miliar, sedang premi iuran yang masuk hanya Rp 21 Milliar, ” kata Kepala Unit Hukum Komunikasi Publik dan Kepatuhan BPJS Boyolali, Aminah, Jumat (18/3).

Dijelaskan, kondisi defisit ini terjadi karena kebanyakan masyarakat yang menjadi peserta BPJS, membayar premi iuran ketika jatuh sakit. Namun setelah proses pengobatan dan sembuh, mereka banyak yang tidak melanjutkan atau membayar iuran. Padahal, kebanyakan pasien BPJS yang dirawat, menderita penyakit kronis seperti sakit ginjal maupun penderita Leukimia atau kanker.

“Penyakit seperti itu kan butuh perawatan intensif dengan biaya yang besar,” tambahnya.

Pihaknya berharap masyarakat untuk lebih peduli dalam menyokong BPJS dengan rutin membayar iuran. Masyarakat mesti memahami bahwa BPJS merupakan asuransi yang bersifat gotong royong, yaitu yang sehat mensubsidi yang sakit. Untuk saat ini, peserta BPJS di Boyolali mencapai 572.478 orang atau sekitar 59 persen dari penduduk Boyolali.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge