0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Misra : Bubarkan dan Evaluasi Kinerja Densus 88

Demo Muslimin Solo Raya (Misra) yang menuntut pembubaran di depan Mapolresta Surakarta (timlo.net/heru murdhani)

Solo — Sekelompok orang yang menamakan diri Muslimin Solo Raya (Misra) menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Solo, Jumat (18/3). Aksi ini menuntut kepada pemerintah untuk membubarkan Detasemen Khusus 88 Anti teror (Densus 88).

“Tindakan zalim yang dilakukan secara semena-mena oleh Densus 88 yang menculik dan membunuh pemuda Muslim tanpa proses peradilan telah menebarkan ketakutan di tengah masyarakat Muslim,” ungkap Koordinator Misra, Abdurrahim Ba’asyir.

Dia juga mengatakan, tindakan Densus 88 merupakan pelanggaran hak asasi manusia. Dirinya mendesak kepada pemerintah untuk mengevaluasi keberadaan Densus 88 serta membentuk tim untuk melakukan pengawasan terhadap kinerja dari Densus 88.

Selain itu, pengunjukrasa juga mendesak pemerintah untuk melakukan audit terhadap kekayaan para pimpinan Densus 88 yang diduga telah menyelewengkan anggaran, baik dari pemerintah, maupun dari pihak asing.

“Kita juga mendesak pemerintah, dan DPR untuk segera membentuk panitia kerja untuk membubarkan Densus 88. Karena badan ini hanya merupakan pelaksana agenda asing, khususnya Amerika dan Australia,” kata dia.

Aksi ini dilakukan dengan membentangkan spanduk, dan diwarnai dengan mimbar orasi bebas.

Sementara, Kapolresta Solo, Kombespol Achmad Lutfi mengatakan, aksi unjukrasa ini merupakan bentuk demokrasi dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

“Saya kira masyarakat kita sudah dewasa, dan ini merupakan bagian dari demokrasi. Kita juga mengapresiasi selama aksi tidak terjadi pengerusakan, tidak terjadi pelanggaran, sehingga semuanya bisa berjalan tertib dan lancar,” kata dia.

Soal tuntutan dari Misra, Lutfi mengatakan akan meneruskan aspirasi ini kepada pihak yang berwenang.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge