0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dua Saksi Praperadilan Penyitaan Backhoe Mundur

dok.timlo.net/agung widodo
Sidang praperadilan galian C di PN Sragen (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen – Sebanyak 6 saksi dihadirkan dalam sidang lanjutan praperadilan antara pihak tersangka, seorang pengusaha galian C, Sunardi, warga Kampung Ngablak RT 13, Kelurahan Kroyo, Karangmalang dengan Kapolres Sragen. Namun 2 saksi akhirnya mengundurkan diri lantaran masih mempunyai hubungan keluarga dengan Sunardi. Untuk itu kuasa hukum tersangka sebagai pemohon praperadilan meminta hakim untuk menghadirkan saksi tambahan.

“Kuasa hukum pemohon meminta waktu kepada hakim untuk menghadirkan saksi-saksi tambahan lagi. Sehingga sidang ditunda untuk menunggu tambahan saksi yang akan dihadirkan lagi oleh pemohon,” kata Humas Pengadilan Negeri (PN) Sragen, Agung Nugroho, Kamis (17/3).

Dua saksi yang mengundurkan diri tersebut atas nama Taryo dan Joko Hartono, masing-masing sebagai adik kandung dan adik ipar tersangka Sunardi. Dalam sidang praperadilan yang dipimpin hakim tunggal Estafana Purwanto tersebut akhirnya hanya mendengarkan keterangan dari 4 orang saksi. Dua di antaranya  adalah Anto Pratomo dan Igut, para pekerja di galian C di Dukuh Sumber, Desa Kaliwedi, Kecamatan Gondang.

Kedua saksi mengaku, hanya mengetahui jika lokasi galian C di Kaliwedi itu dikelola oleh Mbah Sidin. Anto Pratomo dan Igud saat diperiksa oleh penyidik Reskrim Polres Sragen, juga merasa tertekan karena penyidik mengancam jika tidak jujur akan dikenakan pasal 55 KUHP.

Saksi Igud mengatakan, anggota Reskrim bernama Imron, saat melakukan penyitaan alat berat berupa backhoe tidak menunjukkan surat identitas dan surat perintah.

Sementara Imron yang juga sebagai kuasa hukum Polres Sragen menanyakan kepada saksi yang merasa diancam untuk mengingat-ingat adanya surat perintah penyelidikan dari Polres yang pernah ditunjukkan sebelum mengamankan backhoe.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge