0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

La Nyalla Jadi Tersangka, Seruan KLB PSSI Makin Kuat

dok.timlo.net/heru murdhani
FX Hadi Rudyatmo (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Seruan kepada PSSI untuk segera menggulirkan Kongres Luar Biasa (KLB) semakin menggema. Bagi sebagian pihak, KLB adalah solusi terbaik untuk menyelesaikan konflik antara Pemerintah dan PSSI. Hingga saat ini, PSSI masih mendapat sanksi administratif atau pembekuan dari Pemerintah.

Namun, sanksi tersebut dapat dicabut apabila PSSI menuruti persyaratan yang diinginkan Pemerintah, termasuk salah satunya adalah menggelar KLB dan membentukkepengurusan baru. Selain itu, untuk mereformasi tata kelola sepak bola yang lebih baik. Mantan anggota Komite Normalisasi PSSI, FX Hadi Rudyatmo menuturkan bahwa fokus untuk pembenahan sepak bola Indonesia saat ini yang tepat adalah KLB.

Pihaknya juga mengkritik habis upaya Tim Transisi dari Menpora yang ingin menyelenggarakan kompetisi. Hal ini diakuinya sudah melenceng dari tujuan awal membentuk Tim Transisi, selama PSSI masih dibekukan.

“Saya dengan ada kompetisi tandingan yang dibuat oleh tim Transisi. Itu tidak boleh terjadi. Sejak awal Tim transisi itu dibentuk bukan untuk menggantikan PSSI. Sekarang malah ngotot mau membentuk kompetisi. Ini sudah melenceng dari tugasnya,” ujar Hadi Rudyatmo, Kamis (17/3).

Sementara itu, terkait kabar ditetapkannya Ketum PSSI, La Nyalla Mattallitti sebagai tersangka dugaan korupsi di Jawa Timur, Rudyatmo enggan terlalu mengomentari. Disebutnya, kasus yang menimba La Nyalla agar diselesaikan secara hukum.

La Nyalla menjadi tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah yang dikucurkan Pemprov Jawa Timur ke Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Daerah Jawa Timur pada tahun 2010-2014, untuk pembelian saham perdana atau IPO Bank Jatim. Dirinya diduga melakukan korupsi sebesar Rp 5,3 miliar

“Saya sudah sampaikan bahwa PSSI memang harus dipegang oleh orang yang kredibel, integritas dan punya niat untuk membesarkan sepak bola. Soal kabar itu biar menjadi urusannya sana,” imbuh pria yang akrab disapa Rudy ini.

Terpisah, Persis Solo yang merupakan pemilih hak suara di PSSI, sepakat agar segera dilakukannya KLB. Dengan adanya KLB, maka hiruk-pikuk sepak bola Indonesia kembali hadir. Aktifitas insan sepak bola kembali menggeliat. “Tentu kami (Persis-red) menginginkan segera dilakukannya KLB PSSI,” kata Ketum Askot PSSI Kota Solo, Paulus Haryoto.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge