0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kenaikan Iuran BPJS Tak Berimbas pada Integrasi PKMS

dok.timlo.net/achmad khalik
Ketua Komisi IV DPRD Solo, Hartanti (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo – Informasi terkait kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) diharapkan tidak ditelan mentah-mentah oleh masyarakat. Kalangan Dewan mengimbau supaya lebih cermat dalam memahami terkait Peraturan Presiden (Perpres) No 19 Tahun 2016 tentang Jaminan Kesehatan yang merupakan perubahan kedua atas Peraturan Presiden No. 12 Tahun 2013 tentang penyesuaian iuran tidak berlaku untuk semua peserta.

“BPJS harus lakukan sosialisasi terkait Perpres No 19 Tahun 2016 tentang Jaminan Kesehatan,” terang Ketua Komisi IV DPRD Solo Hartanti, Kamis (17/3).

Menurut Hartanti, informasi yang salah akan mengakibatkan kepanikan masyarakat. Terlebih menyangkut nasib kesehatan warga di Kota Solo. Dirinya berharap, BPJS mau melakukan sosialisasi secara merata kepada warga di Kota Solo.

“Selama ini warga tahunya kan tarif BPJS naik. Harus ada sosialisasi dong,” ucap Hartanti.

Sementara, Kepala Cabang Utama BPJS Kesehatan Solo, Bimantara saat dikonfirmasi wartawan mengatakan,  kenaikan iuran yang diberlakukan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tidak berdampak terhadap pemegang Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Solo (PKMS) yang kini telah terintegrasi. Untuk itu masyarakat diminta untuk tidak mudah terpancing dengan kabar yang belum benar-benar dipahami.

Program integrasi PKMS ke BPJS masih seperti semula dimana iuran masyakarat miskin dan tidak mampu ditanggung pemerintah. Bahkan, lanjut Bima, saat ini 57  persen iuran peserta BPJS Kesehatan ditanggung pemerintah. Artinya, saat ini ada sedikitnya 92,4 juta peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI). Ia pun ingin masyarakat memahami terkait kebijakan yang dilakukan BPJS tersebut. Ia yakin Perpres yang mulai berlaku tersebut bukanlah peraturan yang diadakan secara mendadak namun sudah didahului dengan kajian yang matang.

“Perpres ini sudah dibahas satu setengah tahun dengan melibatkan berbagai pakar,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge