0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ketum PSSI Jadi Tersangka Korupsi

La Nyalla Mahmud Mattalitti (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Ketua Umum PSSI, La Nyalla Matalitti terjerat kasus dugaan korupsi penggunaan dana hibah pada Kadin Jatim untuk pembelian IPO (Initial Public Offering) Bank Jatim oleh Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur. Dirinya ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejati Jawa Timur.

Kasus dugaan korupsi pada pembelian IPO dengan menggunakan dana hibah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur dari Pemprov Jatim senilai sekitar Rp 5,3 Miliar. IPO adalah penawaran perdana saham oleh perusahaan yang hendak go public kepada para investor yang berminat.

Kejati mengeluarkan sprindik, namun Sprindik No.Print.86/0.5/Fd.1/01/2016 tertanggal 27 Januari 2016 dan No.Print.120/0.5/Fd.1/02/2016 tanggal 15 Februari 2016 terkait tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat, maka Kepala Kejaksaan Tinggi Jatim pada 10 Maret 2016 kembali menerbitkan surat perintah penyidikan (umum) No.Print.256/0.5/Fd.1/03/2016.

Setelah terkumpul lebih dari dua alat bukti yang cukup, diterbitkan surat penetapan tersangka No.KEP-11/0.5/Fd.1/03/2016 tertanggal 16 Maret 2016 yang menetapkan La Nyalla Mattalitti sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penggunaan dana hibah pada Kadin Jatim untuk pembelian IPO Bank Jatim.

Kejaksaan juga mengeluarkan surat perintah penyidikan No.PRIN-291/0.5/Fd.1/03/2016 tanggal 16 Maret 2016 tentang penyidikan perkara tipikor penggunaan dana hibah tahun anggaran 2012 pada Kadin Jatim untuk pembelian IPO Bank Jatim atas nama tersangka La Nyalla Mattalitti.

“LN (La Nyalla) ditetapkan sebagai tersangka. Penetapan tersangka ini setelah terkumpul lebih dari dua alat bukti yang cukup,” terang Aspidsus Kejati Jatim, I Made Suwarnawan di Surabaya, Rabu (16/3).

Kondisi ini secara langsung semakin memperparah polemik persepakbolaan Indonesia. La Nyalla sebagai Ketua Umumnya yang sedang memperjuangkan nasib PSSI agar tidak dibekukan lagi oleh pemerintah, justru bakal mendekam di penjara. PSSI pernah mengalami hal serupa saat Ketum Nurdin Halid yang sempat berada di balik jeruji besi.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge