0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemrov Keluarkan Ijin Galian C, Pemkab Sambat

Pegambangan galian C di lereng Merapi (timlo.net/nanin)

Boyolali – Perijinan penambangan galian C yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Jateng dikeluhkan Pemkab Boyolali. Sebab bakal berimbas pada kerusakan jalan yang dilalui kendaraan pengangkut hasil tambang tersebut.

“Kabupaten sama sekali tidak berhak mengeluarkan perijinan, tapi kita yang kena imbasnya, jalan menjadi rusak,” kata Bupati Boyolali, Seno Samudro, Rabu (16/3).

Akibat penambangan liar yang disinyalir menjadi perusak infrastruktur jalan, pemkba setempat harus mengeluarkan anggaran Rp 52 Miliar untuk memperbaiki jalan. Selama ini, bupati tetap berkomitmen tidak memberikan rekomendasi perijinan tambang.

“Penambangan ini ibarat ayam dan telur, mana yang duluan keluar, saya tidak suka dengan penambangan liar,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Jateng, Teguh Dwi Paryono, membantah bila perijinan sepenuhnya menjadi kewenangan provinsi. Menurutnya aturan tersebut sudah tidak berlaku. Pasalnya, bila bupati tidak memberikan rekomendasi ijin penambangan, maka tambang harus ditutup.

“Kami hanya ingin semua prosedur perijinan sesuai dengan UU No 4 Tahun 2009 tentang mineral dan batubara,” ujar Teguh.

Terkait keluhan penambang yang kesulitan mengurus perijinan, Teguh mengaku, ijin penambangan tidak membutuhkan waktu lama. Bahkan, pengurusan ijin penambangan sama sekali tidak ada biaya. Pihaknya akan langsung mengeluarkan perijinan selama penambang memenuhi persyaratan.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge