0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Iuran BPJS Naik, Alokasi dari APBD Ikut Naik

dok.timlo.net/ist
Logo BPJS Kesehatan (dok.timlo.net/ist)

Klaten — Alokasi APBD Klaten 2016 untuk perserta jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) meningkat Rp 2 Miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Dana tersebut digunakan untuk pembiayaan premi Jamkesda melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

“Pada 2015 sekitar Rp 7 Miliar sedangkan tahun ini meningkat menjadi Rp 9 Miliar. Dana itu untuk mengkaver 32.400 warga penerima Jamkesda,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten, Cahyono Widodo, Rabu (16/3).

Dikatakan, warga penerima Jamkesda adalah warga yang masuk kategori miskin dan selama ini belum tertanggung jaminan kesehatan dari pemerintah pusat melalui Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Disinggung jelang kenaikan iuran kesehatan dari BPJS pada April mendatang, pihaknya mengaku tidak terpengaruh. Sebab sudah memprediksi rencana kenaikan tersebut.

“Maka saat pengajuan anggaran Jamkesda, kami sudah mengajukannya alasan permintaan kenaikan dana yang dibiayai oleh APBD Klaten. Sehingga ada kenaikan alokasi anggaran Rp 2 Miliar,” kata Cahyono.

Kenaikan iuran BPJS sesuai Perpres No 19/2016 tentang perubahan kedua atas Perpres No 12/2013 tentang Jaminan iuran peserta mandiri atau pekerja bukan penerima upah (PBPU) mengalami kenaikan yang berlaku per 1 April 2016. Besaran iuran kelas I untuk mandiri atau PBPU yang semula Rp 59.500 menjadi Rp 80.000. Iuran kelas II yang semulai Rp 42.500 naik menjadi Rp 51.000. Sementara, iuran kelas III yang semulai Rp 25.500 menjadi Rp 30.000.

“Saat ini kami masih menyiapkan berbagai strategi yang perlu dipersiapkan untuk menyosialisasikan perubahan tersebut,” tutur Kepala BPJS Kesehatan Kantor Layanan Operasional Klaten, Indra Martyas.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge