0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Keracunan Massal, Satu Siswi Masih Diopname

Gerobak mie rebus tempat berjualan Agus Purnomo, yang diduga menjadi penyebab keracunan puluhan siswa SD Negeri 1 Bangak,Banyudono (timlo.net/nanin)

Boyolali – Pasca kejadian keracunan yang menimpa puluhan siswa SD Negeri 1 Bangak, Banyudono, Rabu (16/3), aktivitas belajar mengajar kembali normal. Siswa yang mengalami keracunan kemarin, sudah masuk sekolah. Hanya satu siswi, Renata, kelas IV yang hingga saat ini masih dirawat di rumah sakit.

“Hanya satu siswa yang belum masuk, masih di rawat di rumah sakit,dia juga memiliki riwayat typus,” ujar salah satu guru yang enggan disebut namanya.

Terpisah, Plt Dinkes Boyolali, Ratri S Lina, mengungkapkan pihaknya masih menunggu hasil laboratorium Dinkes Provinsi terkait muntahan dan sisa makanan. Hasil laboratorium kemungkinan baru diketahui setelah 12 hari. Dari data Dinkes, tercatat ada 60 siswa yang mengalai keraunan usai menyantap mie rebus keliling.

“Kita masih melakukan pemantauan di sejumlah wilayah. Mengingat sang pedagang juga berjualan di lokasi lain,” ujar Plt Kepala Dinkes, Ratri S Lina.

Sementara itu, Kepala Disdikpora Boyolali, Abdul Rahman, meminta pihak sekolah untuk lebih waspada dan selektif terhadap makanan yang dijajakan di lingkungan sekolah. Di sisi lain, Abdul mengaku tidak mungkin melarang pedagang berjualan di lingkungan sekolah.

Pihak sekolah harus melakukan komunikasi dengan para pedagang terkait makanan yang dijual harus sesuai dengan standar kesehatan.

“Kita pentingkan ke kualitas makanan,tidak bisa melarang mereka berjualan,” tandasnya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge