0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Nelayan Indonesia Ditangkap Aparat Malaysia di Perairan Indonesia

ilustrasi nelayan (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Enam nelayan tradisional asal Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, ditangkap polisi maritim Malaysia. Padahal, kabarnya mereka saat itu berada di wilayah Indonesia.

“Kita ada mendapat laporan dari keluarga nelayan, menyampaikan enam nelayan tradisional asal Pangkalan Brandan sekarang ini ditangkap polisi maritim Malaysia,” kata Direktur Rumah Bahari Langkat, Azhar Kasim, Selasa (15/3).

Azhar mengatakan, berdasarkan laporan nelayan yang pulang, mereka melihat ke enam nelayan ini ditangkap polisi maritim Malaysia pada Kamis (10/3), saat sedang melaut di perairan Indonesia, dengan tekong Andika. Sekarang enam orang itu berada di Pulau Penang, Malaysia.

“Informasi tertangkapnya nelayan ini baru kita terima Senin (14/3) dari pihak keluarga,” ucap Azhar.

Keenam nelayan ditangkap itu Andika (28), Ijal (36), Dandi (18), ketiganya warga Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Brandan Timur Baru, Kecamatan Babalan, kemudian Bawel (35) warga Lorong Kuburan, Kelurahan Sei Bilah, Kecamatan Sei Lepan, Sasan (35) warga Jalan Borboran, Kelurahan Sei Bilah, Kecamatan Sei Lepan, dan seorang lagi belum diketahui identitasnya.

Sedangkan sang pemilik kapal, Saleh, sekaligus orangtua Andika sudah berangkat ke Pulau Penang, Malaysia. Dia akan menebus ke enam nelayan itu tersebut dengan membayar RM 1.500.

Menurut Azhar, sebelumnya ada enam nelayan yang juga ditangkap sekarang ini masih berada di Pulau Penang, Malaysia. Mereka itu terdiri dari Junaidi (42), Saiful Amri (30), Helmi Sahputra (27), Usman Kasim (36), Muhammad Razali (65), dan Taufik Hidayat (20).

Polisi maritim Malaysia juga masih menahan lima nelayan Langkat saat mencari ikan di perairan perbatasan kedua negara. Mereka adalah Syafrizal, Erwin, Zulham, Hidayat, Chairil. Seluruhnya warga Dusun III, Desa Kelantan, Kecamatan Brandan Barat, tuturnya.

Penangkapan terhadap para nelayan tradisional ini dilakukan Sabtu (30/1), sekitar pukul 10.30 WIB, saat mereka sedang berada di laut untuk mencari ikan dan bergerak hendak pulang. Lalu perahu mereka ditarik oleh polisi maritim Malaysia, dan dibawa ke Pulau Penang menggunakan kapal nomor lambung 3225.

Penangkapan terhadap nelayan tradisional ini diketahui setelah salah seorang anak buah kapal Chairil menghubungi ponsel orangtuanya, Suhadi. Dia mengatakan saat ini mereka berada di Pulau Penang, karena ditangkap polisi Malaysia.

“Hingga sekarang ini sudah ada 17 orang nelayan asal Langkat yang ditahan polisi maritim Malaysia di Pulau Penang,” lanjut Azhar.

[ary]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge