0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dana RR Rp 21 Miliar untuk Karanganyar Belum Disetujui Pusat

dok.timlo.net/nanang rahadian
(Ilustrasi) Longsor di Jatiyoso, Karanganyar (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Pengajuan dana rehabilitasi dan rekonstruksi (dana RR) tahun 2015 untuk Karanganyar senilai Rp 21 miliar belum disetujui pemerintah pusat. Pasalnya, proyek perbaikan infrastruktur yang dibiayai dana RR 2014 senilai Rp 5,2 miliar, belum kelar hingga sekarang.

“Pengajuan dana RR 2015 digunakan untuk memperbaiki 16 titik infrastruktur yang rusak akibat bencana alam di sejumlah wilayah,” kata Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar Nugroho, Selasa (15/3).

Dia mengatakan, pengajuan dana RR 2014 disetujui pada 2015. Dana tersebut kemudian masuk APBD 2016, sehingga proyek yang dibiayai bantuan pemerintah pusat itu baru mulai dilaksanakan tahun ini.

“Dana RR 2014 juga digunakan untuk memperbaiki Jembatan Beyan di Desa Dawung dan Jembatan Jenggotan di Desa Ngadiluwih. Keduanya di Kecamatan Matesih. Lalu Jembatan Bono di Desa Plosorejo, Kecamatan Kerjo,” katanya.

Proyek perbaikannya saat ini sedang memasuki tahap lelang konsultan pengawas dan rekanan konstruksi.
“Targetnya, pertengahan Maret persiapan proyek sudah selesai sehingga pada awal April sudah mulai dikerjakan,” jelasnya.

Untuk pengajuan dana RR 2015, diperkirakan akan cair 2017 nanti. Jika nilai yang diajukan disetujui, 16 titik infrastruktur yang rusak akan diperbaiki, dengan mayoritas pekerjaan pada penguatan talud dan jembatan.

Nugroho mengatakan, pengajuan dana RR 2015 sudah dilakukan, dengan syarat ada rekomendasi dari Gubernur Jateng. Hanya saja, rekomendasi itu didasari pencapaian kerja dari penggunaan dana RR tahun sebelumnya.

Sedangkan untuk pengajuan dana RR 2016, BPBD hingga kini masih menginventarisir kerusakan infrastruktur akibat bencana alam.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge