0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Keluarga Siyono Merasa Terusik Kedatangan Wartawan

timlo.net/aditya wijaya
Kades Pogung Joko Widoyo (kanan) bersama Kapolsek Cawas AKP Totok Mugiyanto saat penggeledahan Densus 88 di kediaman Siyono, Kamis (8,3) lalu (timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Usai almarhum Siyono (Sy) dikebumikan Minggu (13/3) lalu, pihak keluarga enggan memberikan keterangan apapun, bahkan merasa terganggu kedatangan wartawan. Mereka juga meminta perlindungan dari kepolisian agar wartawan tidak bisa mengumpulkan informasi tentang almarhum Siyono yang ditangkap Densus 88 Anti Teror pada Selasa (8/3) lalu.

“Pak Marso dan keluarga datang kesini (Balai Desa) merasa terusik dengan kedatangan panjenengan (anda), para rekan-rekan pers. Dia minta perlindungan, minta ketenangan,” ujar Kades Pogung, Joko Widoyo, Senin (14/3).

Sekitar pukul 10.00 WIB, ayah dan kakak Siyono, Marso dan Wagiyono, mendatangi Balai Desa Pogung. Keduanya diterima langsung Kades Joko Widoyo dan Kapolsek Cawas AKP Totok Mugiyanto. Selang satu jam mengobrol di ruangan tertutup, kedua keluarga Siyono itu langsung pergi, dan tidak bersedia menemui wartawan.

“Mereka dia merasa terusik, kan bar kelangan anake (kehilangan putranya). Kalau sekarang njenengan (media – Red) do teko rono (datang kesana) wawancara minta keterangan kan jadi ora tenang. Ditakoni ini itu enggak tahu. Maunya keluarga begitu,” lanjut dia.

Disisi lain, sebelum mendatangi Balai Desa Pogung, Wagiyono sempat angkat bicara saat ditelepon wartawan. Mewakili keluarga, dia menyatakan sudah sudah mengikhlaskan kepergian adiknya itu.

“Ya ini dari pihak keluarga sudah mengikhlaskan. Ya, keluarga sudah merelakan keadaan adik saya, bagaimanapun itu yang terbaik. Jadi untuk langkah berikutnya ingin kembali lagi bisa bermasyarakat seperti yang lainnya. Penak (nyaman) lagi, enggak tertekan dari manapun,” ucapnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge