0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Duhh! Iklan Rokok Dipasang di Dekat Sekolah

dok.timlo.net/nanin
Salah satu iklan rokok di dekat sekolah di Boyolali (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali —  Sejumlah iklan rokok dipasang di dekat SMK Negeri 1 Mojosongo, Boyolali. Padahal, pemasangan iklan rokok di dekat sekolah melanggar Peraturan Pemerintah (PP) No.91 Tahun 2010 tentang Pajak Daerah yang Dipungut Berdasarkan Penetapan Kepala Daerah. Sesuai peraturan tersebut, iklan rokok harus berjarak 200 meter dari sarana sekolah dan kesehatan.

“Iya memang melanggar tapi kita abaikan. Kalau semua sesuai aturan, daerah tidak mendapat pendapatan,” kata Kabid Pajak Daerah dan Pendapatan Lain-lain (PDPL) DPPKAD Boyolali, Agus Setyawan, Senin (14/3).

Diakui, selama ini pendapatan iklan rokok memberikan sumbangan terbesar. Dalam satu tahun, pendapatan dari iklan rokok mencapai Rp 500 juta. Sehingga pihaknya sedikit mengabaikan peraturan tersebut. Selain di kawasan dekat sekolah, iklan rokok juga dilarang dipasang di Jalan Protokol.

“Pemasang iklan rokok biasanya tidak dalam jangka panjang, tidak masalah,” tambahnya.

Data di DPPKAD Boyolali, tercatat ada 20 titik reklame rokok yang terpasang di jalan protokol. Pemasangan di jalan protokol selama ini dilihat dari sudut ekonomi. Apalagi, kebanyakan pemasang memilih titik-titik strategis. Pemkab sendiri berharap setelah ada jalan tol Solo-Semarang, bisa mendongkrak pendapatan iklan rokok.

“Reklame di jalang tol besar bisa sampai triliunan,” pungkasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge