0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Menteri Puan Terkaya Nomor Dua di Era Kabinet Jokowi

Puan Maharani (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Puan Maharani menjadi menteri terkaya nomor dua di era pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK). Dalam Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) yang diserahkan pada 2014 lalu, kekayaan Puan mencapai Rp 159.263.656.466.

Dengan nilai tersebut, Puan berada satu tingkat di bawah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Amran tercatat memiliki kekayaan sebesar Rp 330.800.543.325 dan USD 4342.

Apa saja harta milik Puan?

Dilansir dari laman acch.kpk.go.id, Senin (14/3), saat menduduki kursi di kementerian, kekayaan Puan mengalami kenaikan hingga 8,99 persen. Dalam LHKPN yang dilaporkan pada 31 Desember 2012 lalu, harta putri Megawati Soekarnoputri ini mencapai Rp 146.116.132.044 ditambah USD 107.601, nilai tersebut telah dipotong utang sebesar Rp 58 miliar.

Jika belum dipotong utang, maka harta Puan mencapai Rp 262.236.482.480, jumlah tersebut meningkat 28,47 persen dibandingkan tahun 2009 yang sebesar Rp 204.116.132.044. Sementara, utang Puan saat menduduki jabatan menteri mencapai Rp 102.972.826.014.

Puan memiliki 72 tanah yang tersebar di Bekasi, Gianyar, Jakarta hingga Bogor, lima di antaranya sudah dijual kepada pihak lain. Luas tanah yang dimiliki Puan rata-rata mencapai ribuan hektare, jika ditotal nilainya mencapai Rp 95.627.262.750. Angka ini meningkat 31,87 persen dari sebelumnya sebesar Rp 72.514.936.750.

Puan juga memiliki tujuh unit kendaraan, masing-masing berupa VW Beetle, Toyota Land Cruiser, VW Karman Ghia, Daihatsu Taruna serta tiga motor Harley Davidson. Jika ditotal, maka nilainya mencapai Rp 1.080.000.000. Dalam LHKPN tersebut, Puan tidak memasukkan nilai harta bergerak berupa logam mulia atau barang seni yang didapatkannya sebagai warisan.

Puan juga memiliki 22 surat berharga yang diperoleh sejak tahun 2003, di mana 11 diantaranya didapatkan setelah 2012. Nilai surat berharga yang dimiliki Puan mencapai Rp 100.179.193.500, atau meningkat sebesar 24,51 persen dari sebelumnya senilai Rp 80.457.449.000.

Jumlah di atas belum termasuk kekayaan Puan yang diperoleh dari Giro sebesar Rp 30.175.775.846 dan USD 4.342, serta Piutang senilai Rp 34.634.250.384. Nilai Giro tersebut mengalami peningkatan sebesar 95,57 persen dari sebelumnya senilai Rp 15.429.495.910, sebaliknya Giro dalam bentuk Dolar AS mengalami penurunan sebesar 99,04 persen, sedangkan Piutang tidak mengalami perubahan.

[tyo]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge