0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

KTP Anak Mulai Diberlakukan di 58 Kabupaten/Kota

dok.timlo.net/gg
Kartu Identitas Anak segera diberlakukan (dok.timlo.net/gg)

Solo — Dirjen Administasi Kependudukan Kementerian Dalam Negeri, Prof Dr Zudan Arif Fakrullah SH MH menyatakan, Kartu Tanda Penduduk (KTP) Anak berlaku secara nasional pada tahun 2019.

“Awalnya akan berlaku di 58 kabupaten/kota pada tahun 2016,” ungkap Zudan kepada Timlo.net, di Kampus UNS, Kentingan, Jebres, Solo, Senin (14/3).

Menurut Zudan, pemberlakuan KTP Anak digunakan dalam rangka mewujudkan standar kartu identitas anak. Standar karena sebelumnya kartu identitas anak tersebut sudah pernah berlaku di sepuluh daerah tetapi bersifat lokal, seperti di Kota Solo, Yogyakarta, Pangkalpinang, Balikpapan dan sebagainya.

“Karenanya pemerintah menstandarkan, semuanya sama seperti warna merah, kolom isian,” kata Zudan.

Kartu identitas anak ini, menurut Dirjen Administasi Kependudukan Kemendagri, nantinya bisa dimanfaatkan atau diberi nilai lebih, misalnya, kartu discount, kartu kemudahan pelayanan publik karena terdapat nomor kependudukannya. Namun demikian, kartu ini yang utama dipakai sebagai identitas diri.

Kedua, akses pelayanan publik. Misalnya, sekolah cukup diisi NIP atau Nomor Induk Kependudukan. Sehingga semua kartu pelajar atau mahasiswa harus punya NIK. Artinya semua penduduk mudah didata. Misalnya, dengan mengetik NIK, maka semua jenjang pendidikannya mulai SD, SMP dan seterusnya terbaca semua.

“Ke depan, Kartu Identitas Anak dilinkkan dengan kartu pelajar, kartu mahasiswa, dan sebagainya,” jelasnya.

Terkait masa berlaku, menurut Zudan, dibagi dua. Pertama, 0 hingga lima tahun tanpa foto, dan ini otomatis terbit saat mengurus akte kelahiran. Bagi yang sudah memiliki akte tinggal diajukan. Bila belum mempunyai akte kelahiran, maka dipersilahkan mengurus akte kelahiran terlebih dahulu.

Kedua, masa berlaku mulai umur lima hingga 17 tahun dan harus ada foto. “Pengurusannya di Dinas Kependudukan dan Capil masing-masing kota bersangkutan,” jelasnya.

Data yang ada pada kartu identitas anak ini, menurut Zudan, tinggal diteruskan untuk mengurus KTP. Artinya, nanti penduduk Indonesia terdata sejak 0 tahun hingga meninggal.

“Targetnya pada tahun 2019, seluruh Indonesia sudah menerapkan kartu ini,” ungkapnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge