0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dalam 10 Tahun Terakhir

Ratusan Perempuan di Sragen Jadi Korban Pencabulan

dok.timlo.net/agung widodo
APPS Sragen dan Forasi menggelar aksi damai di Jalan Raya Sukowati Sragen, (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen — Puluhan ibu dan remaja putri yang tergabung dalam Aliansi Perempuan Peduli Sukowati (APPS) Sragen dan Forum Anak Sukowati (Forasi) menggelar aksi damai di Jalan Raya Sukowati Sragen, Minggu (13/3). Aksi yang digelar dalam acara Car Free Day (CFD) itu untuk memperingati Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada 8 Maret lalu.

Mereka berorasi, membagikan bunga serta membubuhkan tanda tangan di atas kain putih sebagai bukti tekat mereka untuk membela perempuan yang sering menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual. Sebelumnya mereka melakukan long march sepanjang jalan protokol Sukowati sejauh 1 kilometer menuju Alun-alun Sragen.

”Kita sadar masih banyak kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di Sragen. Kami harap dengan aksi ini tidak ada lagi kasus pada perempuan dan anak di Sragen,” kata Koordinator Forasi, Yuni.

Dalam kesempatan tersebut, Koordinator APPS Sragen Sugiyarsi menyampaikan, pihaknya dalam 10 tahun terakhir telah menangani 100 kasus pencabulan dan 72 kasus perkosaan di Sragen. Namun angka tersebut jauh lebih sedikit dibanding kemungkinan fakta di lapangan. Pasalnya, banyak korban yang masih enggan melapor ke penegak hukum.

”Masalah perempuan seperti gunung es, butuh peran pemerintah agar mereka para korban berani melaporkan kejadian yang menimpanya pada kepolisian,” katanya.

Menurutnya, kesadaran hukum korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kekerasan seksual di Sragen perlu ditingkatkan. Kepolisian di Sragen dinilainya sudah bagus. Polisi sangat kooperatif dengan APPS jika ada kekerasan pada wanita dan anak.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge