0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tuntut Keadilan, Keluarga Siyono Inginkan Otopsi Forensik

timlo.net/aditya wijaya
Ratusan pelayat mengantarkan kepergian jenazah Siyono di Brengkungan, Pogung, Cawas, Klaten (timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Komnas HAM mendatangi kediaman almarhum Siyono (Sy) paska dikebumikan Minggu (13/3) pagi. Hal itu menyusul simpang siur kematian warga Dusun Brengkungan RT 11/RW 05, Desa Pogung, Kecamatan Cawas, setelah ditangkap Densus 88 Anti Teror pada Selasa (8/3) lalu.

“Tadi Komnas HAM datang. Besok (Senin, 14/3) saya mewakili keluarga akan ke Jakarta audensi ke DRR RI, Komnas HAM, Komnas Perlindungan Anak, meminta rekomendasi untuk autopsi forensik biar semuanya jelas,” ujar kuasa hukum dari almarhum keluarga Siyono, Sri Kalono, Minggu (13/3) sore.

Berdasarkan pengamatan dan rekaman video saat proses penggantian kain kafan, pihaknya menemukan kejanggalan pada kondisi jenazah Siyono. Menurut Kalono, kondisi tersebut mustahil karena perkelahian.

“Ada lebam di kedua mata. Lebam biru kehitam-hitam di pelipis, jadi pipi sebelah kanan sampai dahi bagian tengah. Kemudian hidung patah, lalu kepala bagian belakang saat pembukaan kain kafan masih meneteskan darah segar. Kedua kakinya dari paha sampai ke mata kaki bengkak hitam, tapi kaki kiri telapaknya tidak hitam dan juga mau lepas,” ungkapnya.

Kini pihak keluarga hanya ingin menuntut keadilan penyebab kematian ayah lima orang anak itu. Maka pihaknya akan mengumpulkan data akurat, salah satunya dengan rekomendasi otopsi forensik.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge