0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Keluarga Dengar Kematian Terduga Teroris SY Tanpa Sengaja

foto: Aditya
Di sekolah ini, terduga teroris SY ditangkap (foto: Aditya)

Klaten – Mengenakan kemeja bermotif batik dan peci, Marso menyambut uluran tangan dukacita dari para pelayat di kediamannya. Kepada wartawan, ia pun buka suara terkait kematian putra bungsunya, SY (33), pada Jumat (11/3) kemarin.

“Saya dengarnya kemarin bakda (selepas) Maghrib. Sing ngabari we ora bloko (yang mengabarkan tidak jujur),” ungkap Marso, Sabtu (12/3) malam.

Ia mengaku mendengar kabar itu tanpa disengaja. Sebab, dia mendengarnya dari seseorang yang tengah bercakap-cakap melalui telepon di sekitar kediamannya.

Hal itu menguatkan keyakinan kalau kabar kematian putra keempatnya dari empat bersaudara (Red: diberitakan sebelumnya anak kedua dari dua bersaudara) itu memang benar. Pasalnya, sekitar pukul 14.30 WIB pihak keluarga menerima kabar untuk berangkat ke Jakarta.

“Katanya kalau mau membesuk ke Jakarta, disuruh berangkat,” kata dia.

Ditambahkan, dirinya mengaku tidak mengetahui apakah SY memiliki riwayat penyakit tertentu sehingga meninggal dunia. Pasalnya, saat ditangkap Densus 88 pada Selasa (8/3) lalu di Dusun Brengkungan RT 11/RW 05, Desa Pogung, Kecamatan Cawas, putranya itu masih mengenakan sarung usai menunaikan salat Maghrib.

Sementara, dari pantauan Timlo.net hingga pukul 22.14 WIB, jenazah Sy masih belum tiba di rumah duka.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge