0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Layanan Ini Tawarkan Payudara Model Sebagai Media Iklan

Dok: Timlo.net/ tittygram.
Tittygram. (Dok: Timlo.net/ tittygram.)

Timlo.net— Saat kita berpikir jika kita berada di tahap terakhir dari penggunaan sosial media, seseorang datang dan membuktikan jika masih ada berbagai cara lain untuk menggunakan sosial media.

Sekarang masyarakat bisa menyampaikan pesan atau beriklan menggunakan Tittygram. Situs itu mengizinkan pengguna “menulis” sebuah pesan 35 karakter di dada seorang model wanita muda. Oleh para penciptanya, layanan ini disebut “Uber for boobs”. Dengan membayar uang kurang dari Rp 140 ribu, seorang model akan menulis pesan Anda di atas belahan dadanya dan memposting foto yang berisi pesan itu dalam waktu sejam. Puting dan wajah sang model tidak akan pernah diperlihatkan.

Layanan ini dirilis tahun lalu oleh sekelompok pengusaha Rusia dari Ulyanovsk, dan semenjak itu memperoleh respons positif. Perusahaan itu berkata mereka bekerja selama 24 jam per hari dengan 70 model di seluruh dunia.

Kebanyakan pengguna menggunakan layanan itu untuk menulis pesan ucapan selamat ulang tahun dan ucapan lainnya. Tapi para pebisnis juga menyadari jika media yang menyolok mata ini juga memiliki potensi untuk digunakan sebagai media iklan.

Bahkan Burger King rupanya  pernah memakai cara serupa dan menulis pesan “I love Burger King” di bokong seorang wanita. Tapi dipercaya jika ide ini berasa dari agensi iklan yang kreatif.

Dalam sebuah wawancara dengan Moscow Times, CEO Tittygram Vladimir Gritsenko membela layanannya yang ditulis sebagai seksisme. Dia berargumen jika wanita menggunakan tubuh mereka sebagai media beriklan bukanlah sesuatu yang baru. Tapi model Tittygram merasa lebih aman karena mereka tidak perlu berinteraksi langsung dengan pengguna layanan.

“Tidak ada yang memaksa mereka melakukannya dan mereka dulu terbiasa melakukan hal serupa dan berbahaya. Cara ini lebih aman,” katanya.

Perusahaan itu menyumbangkan 2 persen penghasilan mereka kepada lembaga Breast Cancer Research.

Sumber: Mirror.co.uk

Editor : Ranu Ario

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge