0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Diduga Berikan Keterangan Palsu, Pengusaha Jadi Tersangka

timlo.net/heru murdhani
Pelapor Ervin menunjukkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) yang diterbitkan Polda Jateng, pada 2 Desember 2015. (timlo.net/heru murdhani)

Solo – Seorang pengusaha asal Solo, Sunarjo Dharmanto dan pengacaranya, Sudarman SH ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jateng. Penetapan tersangka ini lantaran keduanya diduga memberikan keterangan palsu dalam pengajuan surat permohonan pemblokiran ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) atas tanah seluas 2.542 meter persegi hektar di Jalan Dr Rajiman Laweyan atas nama Muljono.

“Kita telah mendapatkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) yang diterbitkan Polda Jateng, pada 2 Desember 2015, yang isinya penetapan keduanya sebagai tersangka dalam kasus dugaan memberikan keterangan palsu sesuai pasal 263 KUHP,” ungkap putri dari Muljono, Ervin, sebagai pelapor, Jumat (11/3).

Kasus ini berawal saat Sunarjo Dharmanto melalui pengacaranya, Sudarman SH, menggunggat perdata Muljono, lantaran dianggap memberikan jaminan atas hutang orang lain yaitu Wimpie Kurniawan Atmaja kepada Sunarjo Dharmanto. Namun, pokok perkara dengan nomor 86/Pdt.G/2012/PN.Ska, telah rampung berdasar putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Solo.

“Jadi kasus perdata ini dibuat seolah-olah orang tua saya bertanggungjawab atas hutang itu. Namun pengadilan telah memutuskan bahwa orang tua saya tidak terbukti memiliki utang kepada Sunarjo. Bahkan upaya banding yang diajukan penggugat, gugatannya juga tidak diterima dalam putusan di Pengadilan Tinggi (PT) Jateng,” papar Ervin.

Gugatan perdata itu dijadikan alasan bagi Sunarjo untuk melakukan pemblokiran terhadap aset tanah milik Muljono yang diatasnya berdiri Hotel Baron Indah. Atas pemblokiran itu, pihak keluarga Ervin melakukan pengecekan ke BPN. Berdasar pengecekaan tersebut, keluarga Ervin mendapat warkah dari Kantor BPN Solo berupa surat permohonan pemblokiran yang dibuat Sudarman SH ke BPN.

“Perkara ini sudah putus, artinya tidak ada lagi alasan untuk melakukan pemblokiran. Karenanya kita menduga ada indikasi tindak pidana yakni memberi keterangan palsu. Hal itu menjadi dasar kami untuk membuat laporan ke Polda Jateng atas perbuatan melawan hukum,” kata Ervin.

Berdasarkan pelaporan itu, Ervin telah mendapatkan empat kali SP2HP. Salah satunya adalah tentang penetapkan tersangka atas dua orang tersebut.

Atas pemblokiran tersebut, Ervin merasa pihak hotel sangat dirugikan. Lantaran pihaknya tidak bisa mengajukan pinjaman kepada Bank guna melakukan renovasi untuk hotel.

“Kerugian yang kita derita tidak sedikit atas pemblokiran ini. Karenanya kita ingin kasus ini diusut tuntas sesuai dengan hukum.

Sementara Sunarjo Dharmanto yang saat hendak di konfirmasi melalui sambungan telepon tidak bisa dihubungi.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge