0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

KSMS Angkat Kisah Legenda Sungging Prabangkara

timlo.net/eko prasetyo
penampilan Ketoprak Seniman Muda Surakarta beberapa waktu lalu (timlo.net/eko prasetyo)

Solo – Ketoprak Seniman Muda Surakarta (KSMS), Sabtu (12/3), di Gedung Kesenian Taman Balekambang Solo, akan mementaskan kisah legenda yang sangat populer di masyarakat, Sungging Prabangkara. Pentas akan didukung seniman-seniwati KSMS, dari dua generasi, seniman senior dan seniman yunior.

”Semua berjumlah 54 orang, baik sebagai pemain, pengrawit, maupun kru pementasan,” ungkap Koordinator KSMS, Tatak Prihantoro, Jumat (11/3).

Humas KSMS Suharno menyebutkan, lakon Sungging Prabangkawa akan disutradarai pemain senior KSMS, Eko Sutarno, diperkuat tim pelawak handal KSMS, Bogang Cs.

“Kisah menceritakan terjadi pulo Bali dan Jepara, di mana kedua tempat itu, sangat terkenal dengan para seniman dan pengrajin ukir patung maupun kayu,” ungkap Tatak.

Eko Sutarno, sutradara mengungkapkan, kisah Sungging Prabangkara, berlatar belakang kerajaan Majapahit, semasa pemerintahan Raja Brawijaya. Ada seorang seniman lukis atau tatah terkenal, bernama ’Ki Sungging Adi Linuwih’ atau dikenal sebagai ’Ki Sungging Prabangkara’.

Sang raja memerintahkan melukiskan Sang Permaisuri. Perintah dilaksanakan dengan baik. Namun saat proses pengerjaan, tanpa sengaja tinta hitam terpecik pada lukisan di pangkal paha Sang Permaisuri. Membuat Sang Raja berburuk sangka menuduh Prabangkara telah berselingkuh dengan permaisuri.

Brawijaya marah, ingin menghabisi Prabangkara secara halus, maka ia menugaskan Prabangkara patung Permaisuri di udara dengan menaiki layang-layang.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge