0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sehari Pasca Penggerebekan, Sekolah Diliburkan

foto: Aditya
Di sekolah ini, terduga teroris SY ditangkap (foto: Aditya)

Klaten – Sehari pasca penggeledahan Densus 88 di Dukuh Brengkungan, Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Jumat (11/3), sekolah Roudatul Athfal Terpadu (RAT) Amanah Ummah sepi dari aktivitas. Tidak terlihat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di rumah terduga teroris Sy (33).

“Ada perintah dari yayasan sekolah untuk diliburkan. Sebab, kemarin ada kesalahpahaman dengan pemerintah desa karena sekolah ini dianggap belum berijin,” kata orangtua Sy sekaligus pemilik rumah, Marso, Jumat (11/3).

Hal senada juga disampaikan kakak sulung Sy, Wagiyono. Sekolah setara taman kanak-kanak (TK) dibawah naungan Yayasan Al Husna Klaten itu sifatnya TK sementara. Pasalnya, sekitar 300 meter dari TK sementara itu sedang dibangun gedung sekolah RAT Amanah Ummah.

“Ini libur karena ada permintaan dari pihak desa terkait perijinan sekolah. Jadi enggak ada hubungannya dengan penggeledahan Densus kemarin. Cuma kebetulan saja rumah yang digeledah ini dikontrakkan kepada pihak sekolah untuk KBM sementara, sampai bangunan sekolah yang baru selesai,” terang ketua Rt 11/Rw 5 Dusun Brengkungan, Desa Pogung, Wagiyono.

Disinggung soal perijinan, kata dia, ada kesalahpahaman dalam pencantuman nomor surat izin di papan nama sekolah yang sudah berdiri sejak belasan tahun itu. Padahal empunya pembuat papan nama, yakni para santri asal Boyolali yang pernah Praktek Kerja Lapangan (PKL) di beberapa waktu lalu lupa mencantumkannya.

“Itu enggak dicantumkan karena terburu-buru. Sebenarnya sekolah itu punya ijin dan besok yayasan (Al Husna Klaten) akan menunjukkannya kepada pemerintah desa. Sekolah itu dirintis istri SY (berinisial SR) sejak belasan tahun lalu,” kata Wagiyono.

RAT Amanah Ummah menempati ruang depan rumah Marso yang disekat-sekat menggunakan kayu lapis menjadi dua ruang kelas dan satu ruang kantor. Sebuah papan tulis hitam berkapur putih bertuliskan ‘Hari ini libur sampai hari Ahad. Hari Senin masuk,’ terpampang di teras rumah.

“Anak saya dulu siswa angkatan pertama yang saat ini sudah kelas 1 SMA. Dulu siswanya cuma enam anak tapi sekarang sudah sekitar 60 anak. Gurunya ada empat orang,” imbuh Sugiyono.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge