0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Operasi Simpatik, Motor Bronjong Ditilang

dok.timlo.net/nanin
Petugas Satlantas Polres Boyolali amankan motor brondol dalam Operasi Simpatik (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali —  Petugas masih banyak menemukan motor brondol dan modifikasi yang tidak sesuai spek dalam Operasi Simpatik yang digelar di wilayah hukum Polres Boyolali. Selain itu, aksi balapan liar juga masih ditemukan di Kawasan Perkantoran Terpadu Pemkab Boyolali, Kemiri, Mojosongo.

Salah satu motor yang dimodifikasi tidak sesuai dengan peruntukannya, seperti penggunaan bronjong. Menurut Kasat Lantas Polres Boyolali, AKP Yuna Ahadiyah, penggunaan bronjong sangat menganggu pengguna jalan. Selain itu, pelanggaran lalu lintas juga didominasi ketidaklengkapan surat-surat berkendara, tidak membawa helm dan berboncengan tiga.

“Yang melanggar langsung kita beri surat Tilang sebagai shock terapi agar tidak melanggar lagi,” ungkapnya, Jumat (11/3).

Sementara itu, dalam Operasi Simpatik yang digelar malam hari di Kawasan Pemkab Boyolali, petugas masih menemukan aksi balapan liar. Aksi balapan liar ini membuat petugas geram, pasalnya saat didatangi mereka langsung kabur. Namun begitu petugas pergi, aksi balapan liar kembali terjadi di lokasi yang sama.

“Mungkin ada informannya, tiap kali ada operasi mereka langsung cepat kabur,” duga Kasat Lantas.

Untuk mengantisipasi aksi balapan liar di Komplek Kabupaten, pihaknya sudah mengusulkan pemasangan pita kejut. Usulan ini sudah disampaikan ke Dishubkominfo namun hingga kini belum mendapat respon. Dijelaskan, kondisi jalan Kawasan Pemkab yang mulus dan panjang, menjadi tempat favorit untuk balapan liar.

“Kalau ada pita kejut kan tidak mungkin akan memacu kendaraan dengan kencang,” tambahnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge