0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Lapor! Air PUDAM Boyolali Kotor dan Berbau

dok.timlo.net/nanin
(dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Sejumlah pelanggan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) di Desa Karanggeneng, Boyolali Kota, mengeluhkan kualitas air. Pasalnya, air PUDAM tersebut berbau dan berwarna kehitam-hitaman. Selain itu, pasokan air PUDAM ke warga juga tidak lancar. Terkadang mati hingga tiga hari.

“Kalau mengalir paling cuma dua jam,” kata Supardi (37), warga Desa Karanggeneng, Jumat (11/3).

Pihaknya sangat menyayangkan hal tersebut. Pasalnya saat ini musim penghujan, mestinya aliran air PUDAM ke pelanggan lancar. Supardi tidak mengetahui penyebab tersendatnya pasokan air dari PUDAM. Sejauh ini juga belum ada petugas PUDAM yang melakukan pengecekan.

“Sudah kita laporkan, tapi belum ada tindak lanjutnya,” tambahnya.

Warga di Perumahan Bumi Singkil Indah juga menyatakan kualitas air PUDAM yang diterima sangat buruk. Selain berbau, air juga berwarna kehitam-hitaman. Terpaksa,sebagian harus membeli air galon untuk memasak dan air minum. Salah satu warga, Sri Rahayu, mengatakan satu galon hanya untuk satu hari saja.

“Lhaa gimana lagi, mau buat masak dan diminum,takut. Untuk mencuci baju saja kami takut,apalagi diminum,” ujarnya.

Terpisah, Direktur PUDAM Boyolali, Cahyo Sumarso, menjelakan, tersendatnya pasokan air ke pelanggan disebabkan adanya perbaikan sumur dalam di Singkil. Perbaikan dilakukan menyusul adanya longsoran yang masuk ke sumur dalam dan terbawa hingga ke penampungan. Dampaknya, air menjadi keruh dan berbau. Saat ini, untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, pihaknya memanfaatkan sumber mata air dari Tlatar.

“Masih dalam perbaikan, jadi pasokan belum bisa lancar, harus bergilir,” tandasnya

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge