0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jembatan Laren Ambrol Total, Akses 2 Dukuh Terputus

dok.timlo.net/nanin
Jembatan Jurang Laren putus total (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Jembatan Lareng penghubung Dusun Taring dengan Dusun Lendong, Desa Wonodoyo, Boyolali, akhirnya putus total. Sebelumnya jembatan ini sudah ambrol sejak Selasa (8/3), masih menyisakan badan jembatan selesar 50 cm. Dinas terkait dan Pemerintah Desa saat ini sedang menghitung kerugian kerusakan jembatan.

“Sudah putus total,sama sekali tidak bisa dilalui,” kata Kades Taring, Tarto, Jumat (11/3).

Putusnya jembatan Jurang Jaren akibat tergerus longsor. Beruntung saat kejadian tidak ada warganya yang melintas. Putusnya jembatan tersebut, membuat warga di Dusun Taring dan Dusun Laren harus memutar jauh bila hendak ke Balai Desa. Jembatan Laren sendiri dibangun 25 tahun lalu, sehingga kondisi gorong-gorong sudah lapuk dan tidak kuat menahan air hujan.

“Untuk sementara kita usulkan jembatan darurat,biar perekonomian warga kembali normal,” tambahnya.

Jembatan darurat tersebut,lanjut Tarto, sebagai penguat, bakal dipasang gelagar dan tiang dari bambu jenis petung yang berukuran besar. Sedangkan untuk badan atau alas jembatan pihaknya meminta bantuan plat besi dari DPU ESDM.

“Tapi DPU ESDM tidak bisa, karena keterbatasan anggaran,” jelasnya.

Kepala DPU ESDM Boyolali M Qodri mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Pemdes Wonodoyo terkait perbaikan jembatan Jurang Laren. Hanya saja, sesuai dengan UU N .23 Tahun 2014, Pemkab tidak mempunyai kewenangan. Pemkab hanya berwenang membangun jalan poros desa berdasarkan SK Bupati.

“Pembangunan menjadi kewenangan desa, dengan anggaran APBDes, tapi kalau mau minta tambahan bantuan ke bupati ya tidak apa-apa,” imbuhnya.

Pihaknya hanya akan membantu secara teknis perencanaan pembangunan. Hanya saja dengan melihat kondisi alam di Jembatan Taren, bisa menghabiskan anggaran Rp 1 miliar.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge