0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tebing Longsor, Alat Berat Sulit Dibawa ke Lokasi

Tebing longsor (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Pembersihkan longsoran tebing yang menutup akses jalan menuju ke Dusun Taring, Desa Wonodoyo, Cepogo, Boyolali membutuhkan alat berat. Sayangnya, medan yang sulit menuju ke lokasi, membuat alat berat back hoe kesulitan menuju ke titik longsor.

“Kita hanya bisa gunakan back hoe mini, kalau yang besar sangat tidak mungkin bisa naik sampai sini,” kata Kepala BPBD Boyolali, Kurniawan Fajar Prasetya, Jumat (11/3)

Dijelaskan, medan menuju ke lokasi sangat sulit, selain curam dan penuh tanjakan, lokasi titik longsor juga rawan terjadinya longsor susulan. Selain itu juga berada di pinggir jurang yang curam.Penggunaan alat berat back hoe sangat diperlukan, menyusul upaya manual yang dilakukan warga tidak maksimal. Pasalnya, longsoran yang menutup jalan berupa tanah dengan ketebalan lebih dari dua meter.

“Sulit kalau hanya dibersihkan dengan cara manual, butuh waktu yang lama,” tambahnya.

Dari pendataan ditemukan ada enam titik longsor dengan skala besar. Dijelaskan, selain di Wonodoyo, longsor juga terjadi di Desa Mriyan dan Cluntang, Kecamatan Musuk. Khusus untuk tebing longsor di Dusun Songgobumi, Desa Mriyan, longsoran sudah dibersihkan.

“Kita tetap pantau lokasi longsor, terutama bila hujan deras,” tambahnya.

Kades Wonodoyo, Tarno, menjelaskan, ambrolnya jembatan Jurang Laren dan tertutupnya jembatan Taring, mengakibatkan 73 kepala keluarga terisolir. Hingga saat ini, akses baru bisa dilalui kendaraan roda dua dan jalan kaki. Akibatnya, perekonomian warga dalam menjual hasil pertanian sayur mayur hingga saat ini masih terhambat.

“Kita berharap akses bisa segera dibuka kembali,” pungkasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge