0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

2019, UNS Targetkan 40 % Dosen Bergelar Doktor

Lustrum ke-8 UNS (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Puncak acara Lustrum ke-8 Universitas Sebelas Maret (UNS) diperingati dengan Sidang Senat Terbuka di Auditorium UNS, Kampus Kentingan, Jebres, Solo, Jumat (11/3).

Lustrum bertemakan “Internasionalisasi UNS Berbasis Budaya Nasional”, dihadiri Presiden Joko Widodo. Selain itu juga tampak hadir Menteri Riset Teknologi Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Rektor UNS Prof Dr Ravik Karsidi mengatakan, untuk mewujudkan UNS sebagai salah satu institusi yang berkualitas di bidang pendidikan dan berstandar internasional melalui koordinasi Lembaga Pengembangan dan Penjaminam Mutu Pendidikan (LPPMP) UNS telah dijalankan layanan sistim pembelajaran berbasis website melalui e-learning.

“Hingga saat ini terdapat 1.200 mata kuliah yang difasilitasi melalui e-learning,” ungkap Ravik saat menyampaikan laporan Rektor Tahun 2015, Capaian Kinerja Tahun 2015 dan Rencana Program Kerja Tahun 2016.

Termasuk smartube atau situs pembelajaran youtube likes, lanjutnya, untuk memfasilitasi pendidik dalam menampilkan materi pembelajarannya secara online, smartbooks atau program digitalisasi buku produk dari buku teks dan kegiatan pembelajaran yang diselenggarakan dengan media skype conference video call.

Secara konsisten dalam bidang pengembangan SDM, kata Ravik, UNS menargetkan 40% tenaga pendidik atau dosen bergelar dokter di tahun 2019 dan secara berangsur-angsur sampai dengan sampai tahun 2030 akan mendekati 70%.

Pada akhir bulan Pebruari 2016, kata Rektor UNS, jumlah dosen yang bergelar doktor sebanyak 403 orang, sedangkan jumlah dosen yang sekarang sedang studi lanjut program doktor di dalam maupun di luar negeri sebanyak 294 orang. Jika dikaitkan dengan jumlah doktor UNS baru mencapai 27 %.

“Target ini terus kami kejar dengan mengirimkan dosen untuk belajar ke perguruan tinggi terkemuka di dalam dan luar negeri,” jelasnya.

Dalam lustrum UNS, orasi ilmiah disampaikan Prof Dr Willem van der Mollen, Senior Researches KITLV Belanda. Orasi berjudul Love and Hated in Old Javanese Literatute, The Story of Kaca and Dewayani.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge