0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Cabe Puyang Paranggupito Mulai Dilirik Industri Farmasi

dok.timlo.net/tarmuji
Penandatanganan MoU antara Pemkab Wonogiri dan PT Sido Muncul (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Selain kaya akan kandungan mineral, Wonogiri juga menyimpan berbagai komiditi lainnya. Misalnya di sektor pertanian dan perkebunan.

Salah satu komiditi perkebunan yang kini dilirik oleh produsen jamu dan farmasi asal Semarang yakni cabe puyang atau kerap disebut cabe obat. Tanaman ini tumbuh subur di wilayah Kecamatan Paranggupito. Namun ,selama ini,komiditi ini belum tergarap maksimal.

“Kami bekerjasama dengan dunia perbankan melakukan pencanangan program pemberdayaan desa wisata rempah dan buah di Wonogiri, soalnya wilayah Wonogiri ini terletak di jalur wisata,” ungkap Irwan Hidayat Direktur Utama PT Sidomuncul Tbk Semarang, Jumat (11/3).

Dikatakan, program Desa Wisata Rempah dan Buah merupakan bentuk tanggungjawab sosial perusahaan untuk memberdayakan masyarakat salah satunya di Desa Gudangharjo, Kecamatan Paranggupito. Tanaman cabe jamu menjadi budidaya utama yang  akan dikembangkan di daerah tersebut.

“Cabe jamu Parangnggupito memiliki zat pedas piperin dengan kualitas yang sangat baik,” jelasnya.

Dikatakan, kondisi geografis Paranggupito yang kering menjadi media yang cocok untuk menghasilkan cabe jamu berkualitas yang dibutuhkan bagi perusahaannya, dan berharap dengan pemberdayaan tersebut selain memberi manfaat bagi perekonomian masyarakat juga mampu menarik minat wisatawan berkunjung ke Wonogiri .

“Selama ini pasokan cabe puyang kami datangkan dari Madura,kami berharap dengan kerja sama ini Wonogiri mampu menyuplai 7-8 ton cabe puyang kering per bulannya,” katanya.

Ia berharap cabe puyang yang dikirim ke pabriknya sudah dalam kondisi kering, bahkan dalam bentuk serbuk. Menurut dia, hal ini akan memutus mata rantai,yakni tingginya biaya atau ongkos angkut dari lokasi ke pabrik.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo dalam sambutannya mengapresiasi komitmen dua perusahaan besar tersebut untuk bersama pemerintah memberdayakan masyarakat Wonogiri.

“Ini menjadi titik awal inventarisasi potensi yang ada di kabupaten Wonogiri, pemerintah siap bekerjasama dan memfasilitasi program-program yang berbasis ekonomi kerakyatan,” katanya.

Bupati juga mengajak perusahaan-perusahaan tersebut mengembangkan investasi bukan hanya di Paranggupito tetapi juga daerah Wonogiri lainnya yang juga memiliki potensi dan kondisi geografis yang beragam.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge