0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ditawari Pilkada Jakarta, Risma: Saya Sudah Ngadep ke Bu Mega

dok.merdeka.com
Risma bertemu kader PDIP Papua (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Keputusan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk menempuh jalur independen di Pilgub DKI 2017 membuat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bersiap mengusung calon lain.

Salah satu yang santer disebut adalah Tri Rismaharini, kader PDIP yang juga Wali Kota Surabaya.

Namun belakangan, Risma menolak wacana itu. Bahkan, wali kota ketiga terbaik di dunia 2014 itu mengaku sudah bertemu dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk menyampaikan penolakannya.

“Enggak (enggak akan ke DKI). Kemarin saya sudah sampaikan ke Ibu (Ketum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri), bahwa saya sudah berjanji ke warga Surabaya, saya akan jadi wali kota Surabaya, gitu,” kata Risma di Surabaya, kemarin.

Tawaran menuju ibu kota ini, kata Risma, bukan hanya sekali. Dia pernah ditawari untuk menjadi menteri di Kabinet Kerja. Namun, Risma tetap menolak dan ingin tetap berada di Surabaya.

“Iya, saya sudah ngadep ke Bu Mega. Dulu waktu saya ditawari jadi menteri, pertama saya juga ngadep ke Bu Mega. Saat itu saya tidak mau jadi menteri, jadi Wali Kota Surabaya saja. Sekarang juga, karena saya sudah berjanji ke warga Surabaya,” tandasnya.

Jika Risma sudah menolak, lantas siapa yang bakal diusung PDIP melawan Ahok?

Untuk hal ini, PDIP ini punya sejumlah kader terbaik. Sebut saja Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat.

Namun, sebelum melihat calon lain, pertanyaan yang patut diajukan adalah: apakah penolakan Risma sudah final menutup peluangnya ke Jakarta? Apakah kader PDIP bisa menolak ketika partai sudah menugaskan?

Istilah ‘petugas partai’ yang pernah melekat pada Jokowi mengingatkan publik, bahwa si gubernur DKI yang awalnya tidak berminat ikut Pilpres 2014, akhirnya tetap menyatakan ‘siap’ ketika rekomendasi partai sudah turun.

Nah, terkait hal ini, salah seorang politikus PDIP di Surabaya membenarkannya. Bahkan dia begitu yakin Risma akan tetap diboyong ke DKI, karena politikus perempuan itu yang paling berpotensi mengalahkan Ahok.

“Keputusannya memang masih menunggu rekomendasi partai, tapi saya yakin Risma yang bakal maju ke DKI,” kata salah satu pengurus DPC PDIP Surabaya ini.

Lalu bagaimana dengan penolakan Risma? Soal pertanyaan ini, si politikus cuma mengingatkan dalam politik tidak ada hal yang tidak mungkin, apalagi dalam sejarah PDIP, tidak ada kader yang menolak ditugaskan partai.

[rnd]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge