0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Strategi SHS Hadapai Bisnis Lesu

Direktur Utama PT Lorin Internasional Hotel sekaligus General Manager SHS, Purwanto Yudhonagoro (kiri) saat menyampaikan program SHS kepada wartawan. (timlo.net/setyo pujis)

Solo – Lesunya bisnis perhotelan di wilayah Soloraya tak pengaruhi pendapatan Syariah Hotel Solo (SHS). Bahkan dari data secara year to date, Hotel Syariah terbesar di Indonesia tersebut tidak hanya bisa survive tapi juga profit.

“Secara year to date, city okupansi hotel dikota Solo rata-rata hanya 35 persen. Namun untuk Syariah Hotel Solo okupansinya bisa mencapai 33 persen. Sehingga tetap profit,” ujar Direktur Utama PT Lorin Internasional Hotel sekaligus General Manager SHS, Purwanto Yudhonagoro kepada wartawan, Kamis (17/3).

Dikatakannya, beberapa strategi yang dilakukan untuk melakukan penetrasi pasar adalah memaksimalkan pelayanan. Baik dengan cara evaluasi internal, maupun peningkatan produk yang dimiliki.

“Membangun bisnis perhotelan memang tidak bisa dilakukan setengah-setengah. Untuk itu, yang kita lakukan adalah mengintegrasikan seluruh sistem agar bekerja maksimal. Baik dari pelayanan, branding produk maupun lainnya,” jelas dia.

Dengan strategi yang dilakukan itu, pihaknya optimis dapat meraup pasar yang lebih besar. Termasuk bersaing dengan hotel yang lain. Sedangkan inovasi yang akan dilakukan dalam waktu dekat, Purwanto menyampaikan akan memangkas beberapa kamar SHS untuk dijadikan meeting room.

“Ada 18 kamar SHS yang rencananya akan kita sulap menjadi meeting room. Alasannya karena selama ini permintaan pasar cukup tinggi,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge