0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sidenuk, Padi Hasil Teknologi Nuklir

Prof Dr Djarot Sulistio Wisnubrot (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Sidenuk atau Si Dedekasi Nuklir adalah jenis varietas padi hasil teknologi nuklir. Tidak hanya terkenal tetapi juga produktivitasnya tinggi, karena bisa menghasilkan 10 – 11 ton per hektar, dengan masa tanam hingga panen selama 105 hari.

“Padi varietas Sidenuk merupakan hasil teknologi nuklir yang dihasilkan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan),” ungkap Kepala Batan (Badan Tenaga Atom Nasional), Prof Dr Djarot Sulistio Wisnubroto kepada Timlo.net, di Kampus UNS, Kentingan, Jebres, Solo, Kamis (10/3).

Djarot mengatakan, varietas padi Sidenuk dideseminasi tahun 2015 lalu mencapai 24 Kabupaten/kota, dan sekarang ini telah meningkat hingga sekitar dua kali lipat atau 48 kabupaten/kota seperti Boyolali, Klaten, Kebumen, Jepara. “Bahkan pusat perbenihan tanaman di Jawa Tengah ada di Boyolali untuk varietas-varietas padi dari Batan,” jelasnya.

Lebih lanjut Djarot mengatakan, melalui teknologi nuklir, Batan telah menemukan sebanyak 21 varietas padi, kedelai sebanyak 10 varietas, beberapa surgom, juga kapas dan kacang hijau. “Sekitar 10 persen varietas tanaman berasal dari Batan, meskipun tugas kita di bidang pertanian tetapi aplikasi nuklir untuk perguruan tinggi dibidang teknologi,” ujarnya.

Pengembangannya kepada petani, kata Kepala Batan, tidak diajari secara teoritis, tetapi diberi contoh, juga melalui seseorang tokoh yang mau menjadi penangkar benih, kemudian dia memberikan contoh secara perlahan yang disebarkan kepada para petani.

“Kami akui tidak terstruktur seperti halnya Balitbang Kementerian Pertanian, tetapi menggunakan sukarelawan. Jadi penyebarannya seperti itu. Itu salah satu cara sosialisasi yang menunjukkan bahwa ini nuklir,” jelasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge