0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dewan Minta Kebijakan Plastik Berbayar Dievaluasi

Ketua Komisi II DPRD Solo, YF Sukasno (dok.timlo.net/daryono)

Solo — Pemberlakuan kebijakan pengurangan kantong plastik beberapa minggu terakhir dinilai kurang efektif. Kalangan legislatif berpendapat, pemerintah harus segera melakukan evaluasi nyata karena upaya diet kantong plastik justru merugikan masyarakat.

“Kami mengamati, ini justru menguntungkan pusat perbelanjaan karena mampu menjual plastik berbayar,” kata anggota Komisi II DPRD Solo, Ginda Ferachtriawan, Selasa (8/3).

Menurut Ginda, pusat perbelanjaan tidak memberikan sosialisasi secara detail terkait penggunaan plastik. Hal itu terbukti ketika warga yang selesai membayar kemudian langsung ditawari menggunakan plastik. Menurutnya, sosialisasi tersebut sangat diperlukan karena jangkauan pemerintah ke obyek yang dikenakan peraturan yaitu warga tidak dapat terjangkau. Sehingga pihak pusat perbelanjaan seharusnya berkewajiban untuk membantu pemerintah memberikan edukasi mengenai bahaya penggunaan plastik.

“Bukannya yang penting membeli. Harusnya kalau mau jualan, semangatnya adalah tidak untuk menggunakan plastik,” kata dia.

Sementara, Ketua Komisi II DPRD Solo YF Sukasno menyarankan supaya kantong plastik diganti dengan kantong dari bahan lain. Itu dinilai lebih tepat karena penggunaan plastik dengan sendirinya tidak bertambah.

Lha wong harganya cuman Rp 200, masyarakat lebih memilih beli ketimbang bawa tempat belanjaan. Kebijakan yang telah diterapkan ini tetap tidak akan menekan penggunaan kantong plastik. Perlu segera dilakukan evaluasi terkait kebijakan diet kantong plastik yang telah berlaku,” tegas Sukasno.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge