0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mitos Terkait Gerhana Matahari dari Seluruh Dunia

merdeka.com
Gerhana matahari total (merdeka.com)

Timlo.net— Rabu, 9 Maret gerhana matahari total terlihat di Indonesia dan beberapa negara lain. Selama peristiwa ini, matahari akan tertutup sepenuhnya selama 4 menit 9,5 detik. Jika masyarakat modern antusias menyaksikan peristiwa ini, bagi masyarakat dunia di zaman dulu justru ketakutan. Gerhana matahari memiliki beberapa mitos berbeda dalam berbagai masyarakat kuno. Tapi satu hal yang sama adalah bagi masyarakat di berbagai kebudayaan kuno adalah gerhana matahari adalah pertanda adanya masalah, kata Edwin C. Krupp, seorang ahli astronomi dan kepala dari the Griffith Observatory di Los Angeles. Krupp menulis dalam bukunya, “Beyond the Blue Horizon: Myths and Legends of the Sun, Moon, Stars and Planets”, saat gerhana matahari terjadi banyak orang di zaman dulu merasa ketakutan dan menunggu datangnya bencana.

Krupp mencontohkan tentang masyarakat Astek di Meksiko tengah pada abad ke-16. Menurut catatan seorang misionaris Spanyol bernama Fray Bernardino de Sahagun, masyarakat waktu itu menanggapi gerhana dengan kekacauan dan keributan.

“Ada keributan di mana-mana. Orang berkulit cerah dibantai (sebagai persembahan),” tulis Fray dilansir oleh CBSNews.com

“Jika gerhana matahari penuh, maka kegelapan akan berlangsung selamanya. Para setan kegelapan akan turun. Mereka akan memakan manusia,” tambah Fray.

Sementara itu masyarakat Mesopotamia kuno beranggapan jika gerhana matahari menandakan jika seorang raja yang sangat berkuasa akan mati dan banjir akan datang. Ramman (dewa petir dan cuaca) akan merusak hasil ladang.

Di Australia, gerhana seringkali dikaitkan sebagai sesuatu yang negatif oleh kelompok-kelompok Aborigin. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di the Journal of Astronomical History and Heritage pada Juli 2011, gerhana dihubungkan dengan pertanda buruk, sihir jahat, penyakit, darah dan kematian. Para dukun dan sesepuh akan melawan hal-hal buruk yang berasal dari gerhana ini dengan nyanyian, mantra dan melempar benda-benda keramat ke arah matahari.

Banyak budaya menghubungkan gerhana matahari sebagian atau total dengan setan atau dewa yang lapar yang menelan matahari. Krupp menjelaskan dari tulisan suku Maya, ada kepercayaan ular raksasa menelan matahari saat gerhana terjadi. Dongeng dari bangsa Armenia dan Cina mengatakan jika naga menelan matahari saat terjadi gerhana. Sementara bangsa Hungaria memiliki dongeng jika burung raksasa yang menelan benda angkasa itu. Suku Buryat, di Siberia Selatan, beruang raksasa yang menelan matahari. Sedangkan untuk masyarakat Shan (sekarang Vietnam) jika yang menelan matahari adalah roh jahat yang berwujud katak.

Untuk suku Viking, gerhana disebabkan oleh serigala langit yang bernama Skoll. Mereka akan berusaha merampas matahari yang ditelan dengan membuat suara sekeras mungkin sehingga si serigala takut dan lari.

Dalam beberapa budaya, wujud sosok yang dianggap menelan matahari lebih menakutkan. Masyarakat di Yugoslavia beranggapan jika makhluk yang menjadi biang keladi adalah manusia serigala bernama vukodlak, sementara masyarakat Tatar dari Siberia menuduh vampir yang menelan matahari tapi gagal dan lidahnya terbakar. Di Korea, raja dari tanah kegelapan memerintahkan anjing-anjing api untuk mencuri matahari supaya wilayahnya yang gelap memiliki cahaya.

Sementara menurut cerita Mahabharata, kepala iblis Rahu, yang dipenggal oleh dewa Wisnu gara-gara meminumm ramuan panjang umur, mengejar matahari yang mengkhianatinya. Rahu ingin menelan benda langit itu. Tapi matahari keluar lagi dari lehernya yang terpotong.

Cerita berbeda muncul dari masyarakat di Mesoamerica dan Afrika. “Mesoamerica dan beberapa bagian dari Afrika menggambarkan jika matahari dan bulan berkelahi selama gerhana. Lalu, untuk masyarakat Amerika Utara, ada pernikahan antara matahari dan bulan. Pernikahan matahari dan bulan seringkali menjadi sebuah proses penciptaan dalam mitos,” kata Profesor Jarita Holbrook kepada Live Science.

Editor : Ranu Ario

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge