0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Demi Lihat Gerhana Matahari, Pria Ini Bujuk Maskapai Ubah Jadwal

merdeka.com
ilustrasi (merdeka.com)

Timlo.net— Jika seorang pria bisa mengubah dunia, maka seorang pria tentunya bisa mengubah jadwal penerbangan sebuah pesawat. Hal inilah yang dilakukan oleh Joe Rao. Joe adalah seorang ahli astronomi dari Hayden Planetarium di the American Museum of Natural History di New York, Amerika Serikat (AS). Pria ini bisa disebut sebagai pengejar gerhana, julukan untuk orang yang menjelajahi dunia untuk menemukan momen yang tepat untuk mengabadikan gerhana matahari.

Jadi pada 2015, saat mencoba mencari tempat untuk melihat gerhana dan mencari pesawat yang memiliki posisi yang baik, dia mengetahui jika maskapai Alaska Airlines memiliki jadwal terbang dari Anchorage, Alaska ke Honolulu tepat pada gerhana matahari 9 Maret 2016.

Sayangnya, para penumpang hanya bisa melihat gerhana itu jika penerbangan ini berangkat 25 menit lebih lama daripada yang direncanakan. Maka Rao mulai mengirim email Alaska Airlines, memberitahukan akan ada gerhana matahari total dan menawarkan ide untuk mengubah jadwal penerbangan supaya bisa melihat gerhana matahari total. Tapi, satu email tidak cukup untuk mengubah pikiran perusahaan yang masuk daftar Fortune 500 itu.

“Saya lantas menjadi pengganggu. Saya terus menelepon dan mengemail mereka,” kata Rao kepada ABC News.

Setelah beberapa bulan berkomunikasi lewat email dan telepon, Alaska Airlines setuju untuk menunda jadwal penerbangan. “Kami mengerti hasrat para pengguna kami,” kata Chase Craig, kepala onboard brand experience Alaska Airlines dalam sebuah rilis pers. “Tentunya kami tidak bisa mengubah rencana penerbangan untuk setiap kepentingan, tapi momen itu adalah momen spesial, jadi kami pikir layak untuk dilakukan,” tambahnya.

Rao bukanlah satu-satunya pengejar gerhana di pesawat itu, beberapa ahli astronomi dan pencinta gerhana juga memesan kursi di dekat jendela pesawat. Salah satu penumpang dalam pesawat bahkan berencana untuk membawa 200 kaca mata pelindung khusus yang mengizinkan para penumpang melihat gerhana itu.

Rao sendiri berencana membagikan materi dalam penerbangan menjelaskan apa yang penumpang bisa harapkan, termasuk fakta jika mereka melihat gerhana matahari total selama satu menit 54 detik. Rao, yang sudah melihat 10 gerhana total, berkata ada keunggulan tersendiri untuk melihat gerhana dari ketinggian tertentu.

“Anda berada di atas awan. Kalau tidak akan ada awan di depan matahari selama gerhana total, sehingga Anda tidak bisa melihat gerhana. Anda juga memiliki kesempatan untuk melihat bayangan bulan melintasi daratan. Pada 37 ribu kaki, hal itu adalah sesuatu yang dramatis untuk dilihat,” terangnya.

Ini bukanlah kali pertama Rao meminta sebuah maskapai untuk mengubah jadwal penerbangan. Dia berkata dia membujuk American Trans Air untuk menunda penerbangan pada 1990 selama 41 menit jadi dia dan para penumpang lain bisa melihat gerhana saat terbang dari Honolulu ke San Francisco, AS.

Editor : Ranu Ario

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge