0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sinar Matahari Minim, Produksi Rambak Dikurangi

Pekerja sedang menjemur rambak (timlo.net/nanin)

Boyolali – Tingginya curah hujan belakangan ini membuat pengusaha rambak mengurangi produksinya. Langkah ini dilakukan untuk menekan kerugian bila rambak tidak kunjung kering.

“Biasanya produksi satu ton, tapi saat ini hanya sepertiganya saja, pengeringanya lama, nanti kalau tidak kering malah menjamur semua,” kata Yayuk, salah satu pengusaha rambak di Teras, Boyolali, Rabu (9/3).

Selama ini untuk mengeringkan rambak, sebelum dijual ke pasaran, sangat mengandalkan sinar matahari. Bila sinar matahari sangat terik, proses pengeringan hanya membutuhkan waktu dua hari saja. Namun dengan cuaca yang sering mendung, proses pengeringan membutuhkan waktu lebih lama, antara tiga hari hingga satu pekan.

“Biar tidak menjamur, rambak yang dikeringkan harus rajin dibalik, biar lebih cepat kering,” ujarnya.

Hasil produksi Yayuk ini biasanya dijual ke Jakarta dan masyarakat sekitar dengan harga Rp 10.000 per kilogram.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge