0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Masyarakat Masih Enggan Makan Ikan

foto: Nanin
Konsumsi ikan masyarakat Boyolali masih rendah (foto: Nanin)

Boyolali – Tingkat konsumsi ikan masyarakat Boyolali masih sangat rendah. Data di Dinas Peternakan dan Perikanan Boyolali mencatat, dalam satu tahun tingkat konsumsi hanya 15,5 Kilogram/ perkapita/ pertahun. Artinya dalam satu tahun satu warga Boyolali hanya mengkonsumsi 15,5Kg saja.

“Masyarakat harusnya tahu dan memahami pentingnya konsumsi ikan untuk perkembangan dan kecedasan otak,” kata Kabid Perikanan Disnakan, Naryanto, Rabu (9/3).

Dijelaskan, angka 15 kilogram perkapita pertahun masih di bawah angka Nasional  dan angka Provinsi Jawa Tengah. Tingkat konsumsi ikan secara Nasional mencapai 34 kilogram/kapita/tahun dan 24 kilogram/kapita/tahun di tingkat Provinsi Jateng.

Selain karena kebiasaan, rendahnya konsumsi ikan juga disebabkan geografis Boyolali yang berada di kawasan pegunungan dan jauh dari pantai.

“Mungkin ini yang menjadi penyebab masyarakat tidak biasa makan ikan, lebih banyak ke sayur mayur,” tambahnya.

Sementara untuk meningkatkan produktivitas ikan, pemkab Boyolali melakukan tebar bibit ikan nila di Kawasan Waduk Kedung Ombo sebanyak 190.000 benih. Untuk tahun ini, setidaknya ada 50 ribu bibit ikan yang akan ditebar di sejumlah sungai di Boyolali.

Namun, pihaknya berharap masyarakat tidak menangkap ikan dengan cara yang tidak dianjurkan, seperti disetrum dan diracun.

“Jangan lakukan itu, karena tidak hanya ikan besar yang mati, ikan kecilpun juga akan mati,” tandasnya.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge