0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jembatan di Lereng Merapi Ambrol

Kondisi Jembatan Jurang Laren akses menuju ke Dusun Taring,Desa Wonodoyo,ambrol setelah dua hari hujan deras menguyur wilayah tersebut (foto: Nanin)

Boyolali – Hujan deras yang mengguyur kawasan lereng Merapi sejak Senin kemarin, mengakibatkan Jembatan Jurang Laren yang menghubungkan Dusun Taring dengan dusun lain di Desa Wonodoyo, Cepogo, ambrol, Selasa malam (8/3). Akibatnya akses warga Taring terganggu, aktivitas perekonomian warga, seperti menjual hasil bumi sayuran tidak bisa dilakukan.

“Terpaksa tidak dijual ke pasar, lha gimana lagi, mobil tidak bisa lewat,” kata Sutar, warga Taring, Rabu (9/3).

Selain itu, mobil-mobil warga yang biasanya digunakan untuk mengangkut sayuran ke pasar, banyak yang dititipkan ke dusun tetangga. Pasalnya, saat jembatan setinggi 30 meter ambrol, mereka belum pulang dari pasar.

Sementara kondisi jembatan yang ambrol, hanya menyisakan 50 cm saja. Otomatis hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dan pejalan kaki. Itupun harus ekstra hati-hati, mengingat stuktur tanah yang gembur dan mudah longsor.

“Kalau hujan tidak berani melintas, takutnya nanti longsor lagi,” sambung salah seorang warga lain, Sumarmi.

Dijelaskan, selain akses jalan melalui Jurang Laren, masih ada akses jalan lain, yaitu melalui Jembatan Taring yang berjarak kurang lebih 1,5 kilometer. Hanya saja, kondisi jalur tersebut juga sangat memprihatinkan dan tidak bisa dilalui kendaraan roda dua.

Kondisi jalan menuju ke Jembatan Taring juga dipenuhi longsoran tebing setebal 2 meter.

“Butuh alat berat untuk bisa membersihkan longsoran. Kalau hanya manual butuh waktu lama,” tambah Sutar.

Sejauh ini, diakui belum ada perhatian dari pemerintah untuk menyingkirkan longsoran. Upaya menyingkirkan longsoran dilakukan warga secara manual. Itupun baru sebatas agar jalan bisa dilalui kendaraan roda dua.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge