0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Komentar Sukiyat Soal Pembangunan Pabrik Esemka

Sukiyat (dok.timlo.net/red)

Klaten – Pemilik bengkel Kiat Motor asal Trucuk, Klaten, Sukiyat, mengaku tidak tahu pembangunan pabrik mobil Esemka di Kabupaten Boyolali. Namun demikian, penggagas mobil Esemka ini mendukung pembangunan pabrik tersebut.

“Saya enggak tahu, dan juga tidak ingin tahu. Karena saya belum diundang untuk diajak ngomong,” ujar Sukiyat saat dihubungi wartawan, Senin (8/3) lalu.

Paska bertemu Presiden Joko Widodo di bengkelnya di sela-sela pembagian kartu sakti di Kecamatan Pedan pada Mei 2015 lalu, dikatakan dia, belum ada pembicaraan tentang kelanjutan mobil Esemka. Namun Sukiyat mengaku sering ditelepon ajudan Presiden Jokowi, ditanyakan kapan berkunjung ke Istana Negara.

“Ya saya nunggu ditimbali (diundang). Sebagai orangtua tentu enggak punya etika atau gonyak-ganyuk nglelingsemi. Nanti kalau nyelo-nyelo rasanya tidak pas karena pak Jokowi itu sibuk. Ibarat petuah Jawa, banter ojo ndisiki, landep ojo natoni, pinter ojo minteri,” ucap Sukiyat.

Menurut dia, pendirian pabrik mobil Esemka seluas 11,4 hektar di Desa Demangan, Sambi, Boyolali itu layak diapresiasi. Pasalnya, Indonesia patut berbangga hati memiliki mobil buatan sendiri. Apalagi Boyolali merupakan daerah pro investasi, dirinya sangat mendukung.

“Harus bangga, enggak harus melibatkan Pak Kiyat. Tapi kalau hanya pakai nama Esemka, sekadar basecamp, isinya bukan buatan anak SMK, ya ngaco, runyam itu. Niat pertama, Indonesia punya kebanggan mobil sendiri, tidak hanya jadi penonton,” imbuh Sukiyat.

Sebagaimana diketahui, mobil Esemka sempat mencuat ke publik di tahun 2012 ketika Walikota Solo, Joko Widodo menjadikan Esemka sebagai mobil dinas. Mobil Esemka juga sempat menjalani uji emisi di Jakarta.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge