0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Imunisasi, Petugas Diminta Jemput Bola

dok.timlo.net/ist
Seorang ibu bersama anaknya mengikuti PIN Polio di Balai Desa Tarubasan, Kecamatan Karanganom, Klaten. (dok.timlo.net/ist)

Solo – Keberhasilan memberantas penyakit polio harus didukung dengan seluruh sumber daya manusia dan etos kerja yang tinggi. Mengingat masih ada sebagian masyarakat yang memiliki kesadaran rendah untuk mengikuti Pekan Imunisasi Nasional (PIN) yang diadakan mulai tanggal 8-15 Maret.

“Untuk menyadarkan masyarakat petugas Puskesmas atau lokasi imunisasi dapat jemput bola ke rumah-rumah dan memberikan pemahaman akan pentingnya vaksinasi polio,” kata Ketua Komisi IV DPRD Solo, Hartanti, Rabu (9/3).

Program imunisasi khususnya Polio, kata Hartanti, diakui sangat bermanfaat terhadap kesehatan masyarakat khususnya anak-anak balita. Kalangan legislator mendorong petugas imunisasi aktif mendatangi warga yang diketahui enggan melakukan imunisasi.

Peran aktif petugas tersebut harus dilakukan agar kesadaran melakukan imunisasi bagi anak-anak dapat tumbuh dari setiap orang tua. Kesadaran dapat tumbuh ketika setiap warga secara bersama-sama mendatangi lokasi imunisasi, dibandingkan dengan mendatangi lokasi secara sendiri-sendiri.

“Bisa juga, dari masyarakat mengajak tetangganya yang memiliki bayi untuk mendatangi puskesmas,” jelas Hartanti.

Disinggung terkait kasus polio di Kota Solo, Hartanti mengaku tidak ditemukan. Meski terbilang sukses mengatasi masalah polio namun buka berarti program PIN dapat dihentikan seketika. Mengingat, antisipasi pencegahan sangat membantu ketika penyakit polio telah menyerang.

Senada, anggota Komisi IV Reny Widyawati mengatakan imunisasi dilakukan bukan semata-mata program rutin dari pemerintah namun lebih dari itu imunisasi adalah menambah sistem kekebalan tubuh sang anak agar dapat terhindar dari penyakit.

“Programnya bagus, harus dilanjutkan,” katanya.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge