0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gerhana Matahari, Pedagang Sayur Takut Jualan

Dampak GMT,suasana Pasar Kecamatan Baturetno lengang (foto: Tarmuji)

Wonogiri РGerhana matahari yang terjadi selama 20 detik di Indonesia  menjadi sebuah fenomena tersendiri. Namun di Kecamatan Baturetno, puluhan pedagang sayur keliling enggan berjualan.

“Katanya mereka takut keluar (berjualan), saat gerhana matahari ini,” ungkap warga Kecamatan Baturetno, Tari, Rabu (9/3).

Menurutnya, biasanya sejak pukul 06.00 WIB, pedagang sayur keliling sudah menjajakan dagangannya di kampung-kampung. Adanya fenomena GMT,membuat kelabakan pelanggan yang notabene ibu-ibu rumah tangga.Namun,kebanyakan mereka mengantisipasi fenomena ini dengan menambah stok bahan-bahan khususnya sayur mayur.

“Sejak kemarin pagi mereka (pedagang sayur) sudah pamit kalau hari ini tidak berjualan. Ada yang bilang takut gerhana matahari dan ada yang bilang mau nonton gerhana matahari,” jelasnya.

Sementara itu, suasana di Pasar Kecamatan Baturetno yang biasanya ramai sejak dinihari, kini nampak lengang. Terlihat, di sisi barat, selatan dan timur pasar sepi dari aktifitas pedagang sayur.

“Kalau hari-hari biasa, sejak pukul 02.00 WIB dinihari, trotoar ini sudah dipenuhi pedagang sayur, bahkan parkiran sisi timur dan selatan biasanya penuh motor-motor. Tapi saat ini sepi mas,” ujar pedagang Pasar Baturetno, Toyo.

Tak hanya pedagang sayur keliling yang tidak berjualan, sejumlah pengepul sayuran yang biasanya mangkal di sisi timur pasar tidak membuka lapaknya. Mereka memilih berhenti berjualan. Lapak-lapak mereka pun ditutup rapat menggunakan terpal.

“Wong pengepul sayuran dari Karanganyar dan Magetan yang biasanya mensuplai sayuran di pasar ini juga libur,” tandasnya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge