0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pantau Kebakaran Hutan, TNI AU Kerahkan Hawk

Pesawat Hawk TNI AU (merdeka.com)

Timlo.net — Skadron Udara 12 Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin Pekan Baru melaksanakan pemantauan titik api akibat kebakaran hutan dan lahan (Karlahut) di Riau dengan menggunakan pesawat tempur Hawk 100/200. Komandan Skadron Udara 12 Letkol Pnb Dedy Suprianto mengatakan, pemantauan dengan pesawat tempur canggih ini sekaligus untuk melaksanakan latihan rutin TNI AU.

“Pemantauan dengan pesawat Skadron Udara 12 itu dilakukan sejak Senin (7/3) lalu bersamaan dengan latihan rutin,” kata Dedy di Pekanbaru, Selasa (8/3).

Dia menjelaskan, pemantauan tersebut bekerjasama dengan Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru guna menentukan koordinat titik api yang terpantau citra satelit. Selanjutnya, hasil dari pantauan oleh personel TNI AU menggunakan pesawat tempur itu disampaikan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau untuk segera ditanggulangi.

Menurut Dedy, area yang dilaksanakan pemantauan meliputi seluruh wilayah yang ada di Provinsi Riau yang juga menjadi area latihan terbang bagi pesawat Hawk 100/200.

Sementara itu, Komandan Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Marsekal Pertama TNI Henri Alfiandi menyampaikan, apa yang dilakukan oleh Skadron 12 merupakan perwujudan kepedulian terhadap kondisi Provinsi Riau.

Dia berharap dengan adanya pemantauan dari udara seperti ini dapat mencegah semakin banyaknya lahan atau pun hutan yang terbakar sehingga tidak berdampak buruk terhadap masyarakat Riau.

Pemerintah Provinsi Riau mulai Senin (7/3) menetapkan status siaga darurat kebakaran lahan dan hutan (karlahut) sebagai upaya untuk mempercepat pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

“Karena lebih banyak daerah menetapkan siaga darurat kebakaran lahan, maka kita mengakomodir itu untuk disampaikan ke pusat. Selain itu, status siaga darurat ini juga untuk mempercepat penanggulangan dan pencegahan kebakaran lahan,” kata Pelaksana Tugas Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman.

Menurut dia, sebanyak enam daerah telah menetapkan status siaga darurat karlahut. Keenam daerah itu adalah Meranti, Bengkalis, Dumai, Rokan Hilir, Siak dan Pelalawan. Sementara itu, khusus untuk status siaga darurat karlahut Riau akan diterapkan selama tiga bulan mendatang.

Menurut dia, langkah tersebut diambil setelah mempertimbangkan sejumlah hal seperti prediksi Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru yang menyatakan bahwa curah hujan wilayah utara Riau terus menipis.

Arsyadjuliandi mengatakan, dengan ditetapkannya status tersebut, selain memaksimalkan proses pemadaman juga dapat memaksimalkan upaya pencegahan termasuk sosialisasi ke masyarakat.

[tyo]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge