0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tak Dukung Ahok, PDIP Tak Mau Disamakan Dengan NasDem

Djarot Saiful Hidayat (merdeka.com)

Timlo.net — Calon petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sudah putuskan menolak jalan dengan PDIP dan memantapkan maju di Pilgub DKI Jakarta melalui jalur independen. Meskipun independen bersama teman Ahok, tak lantas menyurutkan sikap partai politik untuk tetap memberikan dukungan, sebut saja Partai NasDem.

Partai Nasdem tetap akan mendukung Ahok dengan dalih tanpa syarat. Sedangkan PDIP, yang santer dekat, justru enggan merayu Ahok agar mau diusung dalam Pilgub 2017 mendatang.

Ketua DPP PDIP Bidang Organisasi dan Pengkaderan, Djarot Saiful Hidayat mengatakan sebagai partai pemenang pemilu tentu berbeda sikap dengan NasDem. Yakni dengan tidak akan memaksakan mendukung Ahok setelah mendapat penolakan.

“PDIP disamakan dengan NasDem. Beda, sangat beda. Masing-masing partai punya karakter sendiri. PDIP bukan partai kemarin sore,” kata Djarot di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Selasa (8/3).

PDIP, menurutnya, adalah partai yang memiliki prinsip, ideologi kuat, dan sejarah panjang dalam perpolitikan di Indonesia. Sehingga tidak mungkin harus menggantungkan harapan atau didikte oleh seseorang termasuk Ahok jelang Pilgub DKI. Dia juga menegaskan bila Ahok tetap memutuskan maju independen, maka secara otomatis tidak dapat lagi didukung PDIP.

“Ini bukan dagang bos. Ini masalah prinsipil, tata kehidupan pemerintah dan perpolitikan Indonesia. Kalau beliau diusung independen. Dia tidak bisa lagi diusung partai,” tandasnya.

Dikatakan Djarot, partainya sedang membahas untuk mengusung calon sendiri untuk melawan Ahok. Pernyataan Djarot cukup logis, sebab jumlah kursi PDIP di DPRD sudah lebih dari cukup untuk mengusung cagub sendiri tanpa harus berkoalisi. Adapun jumlah yang dimiliki PDIP adalah 28 kursi.

“PDIP sekali lagi, satu-satunya partai yang bisa mencalonkan sendiri. Punya entry card. Jadi, kemungkinan masih terbuka,” tegasnya.

Kepada wartawan, mantan wali kota Blitar ini mengaku partai berlambang banteng moncong putih ini tetap menghargai sikap Ahok. Tapi yang pasti, PDIP memiliki aturan dan mekanisme sendiri yang harus diikuti siapapun yang akan didukung menjadi pemimpin daerah.

“Kami menghargai. Partai itu ada mekanismenya. Ada aturannya. Partai dilindungi konstitusi. Partai itu bukan aku ikut perkumpulan golf, beda kan. Paket UU-nya ada. Kalau pak Ahok yakin independen, hak beliau, tidak apa-apa. Partai kan ada mekanismenya,” tegasnya.

[tyo]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge