0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Cari Biaya Nikah kok Njambret, ya Ditahan di Polsek

Tersangka penjambretan menjalani pemeriksaan polisi (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo —¬†Gelisah lantaran orderan tatto sepi, seorang pria asal Semanggi, Pasar Kliwon, Solo nekat menjambret di siang bolong. Pria yang lantas diketahui bernama Hartono alias Neyeng (27) nekat menjambret untuk membiayai pernikahan dirinya dengan pujaan hatinya.

“Apes Mas. Saya hari Senin (29/2) itu saya sudah tembungan Mas, tapi saya gak punya duit buat bekal nikah, saya lantas diajak njambret sama teman saya David, Rabu (2/3),” ungkap Neyeng saat gelar kasus di Mapolsek Jebres, Selasa (8/3).

Dia mengatakan, sebenarnya tidak memiliki niat untuk melakukan aksi penjambretan. Namun lantaran terdesak kebutuhan pernikahan, dirinya mau diajak temannya untuk menjambret.

“Saya itu dirumah, tidak punya duit. Tapi tidak ada niatan untuk njambret, lalu datang teman saya David mengajak untuk njambret, saya iyakan saja karena saya butuh duit,” kata dia.

Dengan menggunakan sepeda motor, Neyeng dan David kemudian berpatroli di kawasan UNS, karena tak menemukan sasaran, mereka bergeser ke arah Mojosongo. Di Pasar Mojosongo, dirinya melihat seorang wanita mengendarai sepeda motor dengan membawa tas jinjing.

Kedua tersangka membuntuti wanita itu hingga ke kawasan Lapangan Mojosongo. Kemudian tersangka Neyeng yang membonceng tersangka David berusaha meraih tas tersebut. Namun, lantaran tidak seimbang, Neyeng terjatuh dari kendaraan. Sedangkan David langsung tancap gas meloloskan diri.

“Tersangka kita tangkap setelah dihakimi massa lataran kepergok melakukan aksi penjambretan di Lapangan Mojosongo, Solo. Salah satu tersangka, David masih dalam pengejaran petugas kepolisian,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Jebres AKP Widodo.

Tersangka dikenakan pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan, dengan ancaman hukuman paling lama tujuh tahun penjara.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge