0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ditemukan Emas dan Perak di Sekitar Candi Prambanan

merdeka.com
Ditemukan Emas dan Perak di Sekitar Candi Prambanan (merdeka.com)

Timlo.net – Peripih berisi emas, perak, batuan, dan biji-bijian ditemukan di bawah Candi Pewara di Kompleks Candi Prambanan. Peripih ini merupakan lapisan di bawah pondasi yang diibaratkan sebagai roh dari candi.

Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta menemukan sepuluh peripih berisi emas, perak, batuan, dan biji-bijian di bawah Candi Pewara di Kompleks Candi Prambanan. Peripih ini merupakan lapisan di bawah pondasi diibaratkan sebagai roh dari candi.

Kepala Seksi Perlindungan, Pengembangan, dan Pemanfaatan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta, Wahyu Astuti mengatakan, peripih itu ditemukan pada kedalaman 160 cm dari permukaan tanah. Peripih itu berbentuk persegi panjang dengan ukuran 39 cm x 21 cm, setebal 8 cm.

“Istimewa dari penemuan kali ini adalah karena baru pertama kali, mungkin juga satu-satunya yang pernah ditemukan, ada candi Pewara yang memiliki peripih sebanyak sepuluh buah dan komplet,” kata Wahyu.

Lazimnya, satu candi pewara hanya memiliki satu peripih. Namun, di candi pewara berada di deret kedua dari candi pusat di Prambanan, ditemukan sepuluh peripih di delapan penjuru mata angin, dan dua berada di tengah candi.

“Dari 224 candi Pewara di Prambanan, cuma ini yang komplet. Cukup aneh. Kita belum tahu apakah ada yang spesial dari Pewara ini. Tapi umumnya candi Pewara itu sama semua,” tambah Wahyu.

Ada pun isi sepuluh peripih itu di antaranya mata uang perak, mata uang emas senilai satu saga, lempeng emas, tembaga, batu berwarna hijau sejenis akik, batu kaca bening, biji-bijian, dan beberapa unsur lain belum terdeteksi. Usia peripih diperkirakan 1.100 tahun.

“Isi peripih ini menunjukan lengkapnya pemujaan terhadap dewa-dewa. Semua dewa disembah dengan pewara ini. Peripih ini adalah roh yang menghidupi candi. Ini temuan yang langka,” ucap Wahyu.

Saat ini, Wahyu dan timnya masih mencoba mendeteksi benda-benda ada di dalam peripih. Selain itu, BPCB bakal mencari lagi peripih di candi-candi pewara lainnya.

“Kalau interpretasi saya, candi pewara dulu itu kan adalah candi pemberian, misalnya dari adipati mana, dari kerajaan mana. Jadi tentu akan berbeda-beda peripihnya. Kita nanti akan coba cari yang lainnya,” jelas Wahyu.

[ary]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge