0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

GMT Bisa Dilihat dengan Mata Telanjang Asal Jangan Lama-Lama

Ustadz Sugeng Riyadi memimpin doa gerhana matahari bersama super hero (dok.timlo.net/putra kurniawan)

Solo Baru — Fenomena alam Gerhana Matahari Total (GMT) yang langka dipastikan dapat disaksikan di sejumlah daerah di Indonesia pada Rabu (9/3) pagi. Peristiwa astronomi yang terjadi dalam rentang waktu 833 tahun sekali ini dapat disaksikan dengan mata telanjang, namun tidak boleh terlalu lama oleh warga Sukoharjo dan sekitarnya.

“Bisa disaksikan dengan mata telanjang, hanya saja jangan menatap terlalu lama. Bisa dua samapi tiga detik melihat kemudian diulangai lagi, karena kalau langsung dalam waktu yang lama, dapat membahayakan retina mata, kata Pengasuh Klub Astronomi Assalam, AR Sugeng Riyadi, di Solo Baru, Senin (7/3).

Namun untuk lebih aman dan nyaman, melihat fenomena alam ini bisa dilakukan dengan memakai kaca mata khusus yang disediakan Klub Astronomi Assalam. Selain itu, Observatorium Pondok Pesantren Islam Modern Assalam (PPIMA) juga terbuka bagi warga yang ingin menyaksikan Gerhana Matahari Total.

Di Observatorium sudah disediakan sejumlah teleskop yang sudah dipasangi filter matahari dan layar lebar untuk live streaming. Observasi matahari akan dimulai pada pukul 06.20 WIB hingga berkahir pada pukul 07.24 WIB dapat dilihat dari Sukoharjo dan sekitarnya.

“Dari Sukoharjo, Solo dan sekitarnya gerhana matahari terjadi sekitar 82 persen mulai pada pukul 06.20 WIB hingga berakhir pada 08.36 WIB bagi umas muslim bisa melakukan Shalat gerhana antara 06.30 WIB hingga 08.30 WIB,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge