0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Serangan Hama Kera Merapi Makin Tak Terkendali

dok.timlo.net/nanin
Kera Gunung Merapi mehyerang tanaman ladang penduduk (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Serangan hama kera di ladang penduduk di kawasan lereng Gunung Merapi makin tak terkendali. Hal ini diduga karena populasi kera yang terus bertambah. Sementara dinas terkait terkesan pasif dalam menanggulangi hama ekor panjang ini.

“Berbagai upaya sudah dilakukan,tapi sampai saat ini petani belum mampu terhindar dari serangan kera,” kata Kepala Desa Jemowo, Musuk, Boyolali, Untung Widodo, Senin (7/3).

Ironisnya lagi, kawanan kera yang menyerang ladang penduduk jumlah semakin banyak. Dulu, biasanya dalam satu kelompok ada 20 hingga 30 ekor kera, namun sekarang dalam satu kelompok atau rumpun terdapat ratusan kera. Mulai dari masih kecil hingga dewasa. Di Desa Jemowo sendiri, menurut Untung, dari hasil pengamatannya, terdapat lima lokasi yang dihuni kawanan kera. Lima titik tersebut berada di Dukuh Dulang, Gatak, Banyusri, dan perbatasan Jemowo-Sumur.

“Tapi anehnya kenapa dinas tidak segera melakukan antisipasi pencegahan,kalau dibiarkan terus menerus petani yang rugi,” tambah Untung.

Selain berkelompok, kawanan kera ini juga tergolong nekat. Dicontohkan Untung, mereka tidak segan mengali ladang yang usai disemai bibit jagung. Untuk buah alpukat, bila memetik yang belum matang, tidak langsung dimakan namun disembunyikan dulu.

“Pokoknya petani sudah kewalahan mengantisipasi serangan kera,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Boyolali, Bambang Purwadi, mengaku pihaknya sudah berulang kali melakukan upaya untuk meminimalisir serangan hama kera. Selain itu juga memberikan bantuan jaring ke petani. Sayangnya, upaya ini tidak efektif. Pasalnya, kawanan kera ini bisa beradaptasi dengan lingkungan alam yang baru.

“Kita akan lakukan penghijaun,mencegah kawanan kera ini turun ke ladang-ladang penduduk,” ujar Bambang.

Selain itu, pihaknya juga menggagas akan menanam tanaman nanas di kawasan lereng Merapi. Tanaman nanas ini berfungsi untuk mencegah kesuburan kera agar populasi tidak terus bertambah. Serangan kera sendiri juga dialami petani di wilayah Selo dan Cepogo. Mereka biasa memakan tanaman jagung, ubi dan Apollo.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge