0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

KGPH Puger: GMT Jatuh pada Bulan Baik

dok.timlo.net/achmad khalik
KGPH Puger (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo – Keraton Kasunanan Solo memaknai peristiwa Gerhana Matahari Total (GMT) tanggal 9 Maret mendatang sebagai sebuah pesan bagi umat manusia. Meski sebagian kalangan banyak menafsirkan hal buruk akan terjadi, namun Keraton Solo optimis bahwa perubahan besar menuju kearah kebaikan akan segera terjadi.

“Gerhana ini peristiwa yang sangat langka terjadi. Kalau dihitung dalam penanggalan Jawa, terjadinya GMT jatuh pada bulan baik yakni Bulan Jumadil Awal,” terang Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Puger, petinggi Keraton Kasunanan Solo saat dihubungi Timlo.net, Senin (7/3).

Meski jatuh pada penanggalan hari baik, kata Gusti Puger, namun masyarakat hendaknya tidak hanya berpangku tangan. Menurutnya, masyarkat Jawa khususnya Keraton, jaman dahulu memiliki perhitungan menetapkan sesuatu yang baik dan buruk.

Secara khusus, Gusti Puger menerangkan peristiwa GMT harus disikapi secara arif dan bijaksana. Masyarakat boleh beragumen terkait peristiwa apa yang akan terjadi dikemudian hari pasca pertanda GMT. Namun, pihaknya tetap berpikir positif bahwa hari esok tetap menjadi rahasia Sang Pencipta dan manusia hanya dapat berharap yang terbaik.

“Manusia itu hanya menjalankan, semuanya sudah digariskan. Tapi, kita sebagai manusia harus berpikir positif dan antisipasi dengan apa yang terjadi,” kata Gusti Puger.

Senada, Wakil Pengageng Sasana Wilapa (Humas) Keraton Kasunanan Surakarta Kanjeng Pangeran Aryo (KPA) Winarna Kusumo mengajak masyarakat supaya selalu ingat kepada Tuhan dan waspada dengan apa yang terjadi.

Kudu eling lan waspada. Segala sesuatu bisa terjadi, jangan ikut arus, yang banyak pengikutnya belum tentu benar. Salebeting tumindak sing prayitno, kedah ngati-ati (dalam berperilaku yang tepat, harus berhati-hati),” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge