0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Solo Rancang Perda Permukiman Kumuh

Wakil Presiden Pasoepati, Ginda Ferachtriawan (kiri) (dok.timlo.net/aryo yusri atmaja)

Solo – Mengantisipasi munculnya kembali pemukiman ilegal, DPRD Solo mengkaji sejumlah sanksi bagi warga yang nekat membangun hunian liar pasca perberlakuan Perda. Upaya ini tertuang dalam Raperda Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Terhadap Perumahan dan Permukiman Kumuh.

“Kami masih mengkaji sanksi yang akan dijatuhkan,” terang Ketua Pansus Raperda Permukiman Kumuh DPRD Solo, Ginda Ferachtriawan, Senin (7/3).

Sanksi yang sedang dirancang ini, kata politikus PDIP tersebut, tak hanya menyasar kepada perorangan semata. Melainkan ke badan usaha nakal yang ingin mengeruk keuntungan di kawasan lahaan tersebut. Pihaknya pun juga tengah mengkaji sanksi bagi pejabat yang memberi izin pembangunan ilegal. Meski begitu, kesiapan perangkat hokum juga perlu  dipersiapkan secara matang.

“Percuma kan, kawasan yang sudah dibeli dengan miliaran rupiah ini ditumbuhi lagi dengan warga yang nekat membangun bangunan liar,” tandas Ginda,

Berdasarkan UU No.1/2011, penataan permukiman kumuh dikonsep top down dengan instrumen perda sebagai penguat. Solo menjadi salah satu pilot project penataan permukiman kumuh bersama beberapa daerah lain di Indonesia. Dalam waktu dekat, Pansus akan meninjau sejumlah permukiman kumuh untuk tambahan kajian.

“Aspek legalitas lahan, pengelolaan sampah hingga akses jalan akan kami cermati. Perlakuan kawasan kumuh di setiap wilayah tidak bisa disamaratakan,” kata dia.

Sementara, Wakil Ketua Pansus Raperda Permukiman Kumuh, Supriyanto, mengatakan ada tiga pendekatan yang digunakan untuk menangani kawasan kumuh yakni pemugaran, peremajaan dan permukiman kembali. Khusus kawasan hunian illegal, Pemkot akan melakukan relokasi ke Rusunawa.

“Untuk mengatasi hal ini, Pemkot sudah mau membuat Rusun menampung warga bantaran yang terkena relokasi,” kata politikus Partai Demokrat tersebut.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge